Serah Terima Kegiatan Bantuan Sosial Penanaman Universitas Terbuka 2014-2015

Sesi Foto Bersama di Lokasi Penanaman Bantuan Sosial UT 2014-2015

Kegiatan Bantuan Sosial Penanaman UT di Tuwed, Bali yang dilakukan pencanangan di bulan November 2014 dan pada tanggal 7 mei 2015 kemarin telah dilakukan serah terima bantuan sosial penanaman Universitas Terbuka (UT) yang merupakan akhir dan menjadi penutup kegiatan. Pada kegiatan serah terima ini dihadiri oleh  seorang perwakilan UT pusat, 20 orang dari UPBJJ Bali, 15 orang Mahasiswa UT, Kepala desa dan seluruh perangkat desa Tuwed, Ketua LPM desa Tuwed, Ketua Subak Desa Tuwed, Kanopi Indonesia dan Kelompok Tani pengelola manggrove Lindu Segara Tanjung Pasir. Kegiatan dimulai pukul 14.00 berlokasi di Balai Desa Tuwed dan di tutup dengan serah terima bantuan sosial, Kemudian dilanjutkan meninjau lokasi Penanaman dari Bantuan Sosial Penanaman UT. Selama di lokasi peninjauan UT Pusat, UPBJJ Bali dan Mahasiswa didampingi oleh Kelompok Tani Lindu Segara Tanjung Pasir dan Kanopi Indonesia

Posted in Uncategorized | Comments Off

Penanaman Jahe Sebagai Alternatif Ekonomi di Dusun Turgo

Hari masih pagi… beberapa wanita datang berbondong-bondong menuju salah satu rumah. Kabar akan diadakan kegiatan pelatihan budidaya jahe di dusun mereka rupanya sudah menyebar luas. Bantuan berupa bibit jahe akan dibagikan kepada mereka… Rasa ingin tahu dan ingin maju lah yang mendasari semangat mereka menembus dinginnya dusun di lereng Gunung Merapi itu..

–Yayasan Kanopi Indonesia, Juni 2015-

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya jahe

 

Yayasan Kanopi Indonesia bersama masyarakat telah melaksanakan kegiatan ekonomi alternatif bagi masyarakat dalam bentuk budidaya jahe. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan PT Pertamina TBBM Rewulu. Kelompok tani Ngudi Makmur di dusun Turgo sudah menjadi kelompok dampingan kegiatan pengelolaan kehati Pertamina TBBM Rewulu sejak tahun 2011. Dan kali ini kembali bekegiatan bersama untuk pengelolaan budidaya jahe. Jahe menjadi pilihan masyarakat karena masyarakat sudah mempunyai pengalaman dalam budidaya tanaman tersebut. Selain itu, nilai jual jahe yang relatif stabil bahkan meningkat menjadi dengan masa panen yang tidak terlalu lama akan menjadi alternatif yang tepat bagi masyarakat.

Jahe yang disemai sebelum ditanam

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota wanita dari kelompok tani Ngudi Makmur. Kebanyakan dari mereka adalah ibu rumah tangga yang banyak bekerja di kebun/ladang. Dengan adanya program budidaya jehe ini diharapkan hasilnya dapat meningkatan perekonomian keluarga.

Posted in Uncategorized | Comments Off

Simulasi Bencana Desa Jangkaran . . . .

Selasa, 7 Juli 2015 —  Sebanyak 25 warga perwakilan dari Forum Pengurangan Resiko Bencana dan masyarakat Desa Jangkaran melaksanakan Simulasi Bencana di Pantai Congot, Kec. Temon, Kabupaten Kulon Progo. Simulasi bencana ini merupakan salah satu rangkain program projek kerjasama Yayasan Kanopi Indonesia dengan RARE Indonesia “Mengembangkan dan Mengimplementasikan Manajemen Ekosistem Berkelanjutan Melalui Mitigasi dan Kesiapsiagaan”. Tujuan utama simulasi bencana ini adalah untuk melatih masyarakat agar mampu mengurangi jatuhnya korban bencana secara mandiri sebelum bantuan datang.

Warga antusias memerankan peran masing-masing

Ada yang berbeda dengan simulasi bencana kemarin, simulasi dikemas dengan format game simulasi bencana. Dalam game ini beberapa peserta berperan sebagai kelompok rentan antara lain ibu hamil, anak-anak, lanjut usia, kelompok disabilitas seperti tuna netra, tuna rungu, dan tuna wicara. Peserta diharuskan melewati lintasan tanpa menyentuh tali pembatas, selain itu ada berbagai macam rintangan yang telah disiapkan, tugas mereka melewati rintangan dengan alat bantu yang sudah disiapkan baik sebelum masuk lintasan maupun alat yang sengaja disebar di lintasan. Diakhir game peserta di evaluasi mengenai apa yang telah mereka lakukan dan apa yang seharusnya dilakukan saat kejadian sebenarnya.

Posted in Uncategorized | Comments Off

Rumah Bagi Si Raja ……

Throides helena

Kupu-kupu raja (Troides sp.)  merupakan jenis kupu-kupu yang dilindungi Undang-Undang karena populasinya yang semakin menurun. Kupu-kupu ini mempunyai tanaman pakan yang spesifik yaitu Aristolochia sp. (sirih hutan).

Dari kegiatan pendataan dan monitoring Yayasan Kanopi Indonesia pada tahun 2013 dan 2014 yang dilaksanakan di Terminal BBM Rewulu, ditemukan berbagai jenis fauna yang menarik dan memiliki peran penting bagi keseimbangan alam. Diantaranya Pachliopta aristolochiae, merupakan salah satu jenis kupu-kupu yang sangat menarik karena jenis tanaman pakannya adalah Aristolochia sp. (sirih hutan), yang juga merupakan tanaman pakan dari Troides sp. (kupu-kupu raja).  Selain kupu-kupu ditemukan beberapa satwa merupakan satwa endemik dan dilindungi, diantaranya adalah burung Cekakak jawa, Burung-madu kelapa, Burung-madu sriganti, Blekok sawah, Cekakak suci, Layang-layang api dan lain-lain.

Berawal dari temuan itu maka Yayasan Kanopi Indonesia bersama Pertamina TBBM Rewulu mendirikan lokasi konservasi berupa rumah penangkaran kupu-kupu Raja. Penangkaran merupakan suatu kegiatan untuk mengembangbiakan jenis-jenis satwa liar dan tumbuhan alam yang bertujuan untuk memperbanyak jumlah/populasinya sehingga kelestarian dan keberadaannya di alam dapat dipertahankan.

Ada beberapa metode penangkaran kupu-kupu, diantaranya adalah penangkaran tertutup dan penangkaran terbuka. Pada penangkaran tertutup seluruh area taman ditutup oleh jaring sehingga tidak ada hewan lain yang keluar masuk. Sedangkan untuk penangkaran terbuka, area taman tidak ditutup jaring sehingga ada interaksi dengan lingkungan luar. Tingkat keberhasilan penangkaran pada sistem tertutup lebih tinggi daripada terbuka karena lingkungan taman dapat dikontrol dengan mudahsehingga hama dan predator kupu-kupu dapat dikendalikan karena tidak dapat masuk kedalam penangkaran.

Penangkaran tertutup yang ada di area TBBM rewulu

Masing-masing sistem penangkaran tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Pada sistem tertutup tingkat keberhasilan lebih tinggi tetapi biaya untuk pembuatan dan perawatan taman lebih mahal dan membutuhkan perhatian serta waktu yang banyak. Sedangkan pada sistem terbuka tingkat keberhasilan lebih rendah, akan tetapi pembuatan dan perawatan taman lebih mudah dan murah.

Diharapkan area konservasi dan lokasi penangkaran ini dapat menjadi “rumah” bagi Toides sp, rumah bagi Si Raja.

Posted in Uncategorized | Comments Off

Mangrove Replanting Muara Sungai Bogowoto, Jangkaran, Kulonprogo

Rabu (3/6/15) Yayasan Kanopi Indonesia melaksanakan program mangrove replanting di sisi timur muara Sungai Bogowonto, Jangkaran, Kulonprogo. Program yang terselenggara berkat kerjasama dengan RARE ini merupakan bagian dari program “Mengembangkan dan Mengimplementasikan Manajemen Ekosistem Berkelanjutan Melalui Mitigasi dan Rencana Kesiapsiagaan”.

Sempadan sungai Bogowonto di wilayah Desa Jangkaran, Kabupaten Kulonprogo merupakan salah wilayah pasang surut air laut dan juga terdapat

Proses pembuatan alat pemecahan ombak (guludan) hingga proses penanaman Mangrove

ekosistem mangrove asli. Tetapi ekosistem mangrove di wilayah ini mulai berkurang karena lahan yang tergerus abrasi dan gelombang air laut yang tinggi mengakibatkan pemeliharaan ekosistem mangrove selalu gagal karena bibit yang ditanam terbawa gelombang air laut. Diperlukan teknik yang berbeda dari teknik penanaman biasa. Masyarakat memilih cara pemecah ombak menggunakan anyaman bambu dengan tujuan dapat mengurangi kekuatan ombak namun tetap ada aliran keluar masuk air laut dari sela anyaman.

Kegiatan mangrove replanting yang diikuti oleh 22 orang warga Desa Jangkaran, Kulonprogo dari berbagai usia. Kegiatan ini rencananya  dilaksanakan pada pagi hari sekitar pukul 08:00 WIB. Namun dikarenakan permukaan air yang masih tinggi kegiatan mangrove replanting dilaksanakan pada pukul 13:00 WIB. Pada kegiatan ini berhasil ditanam sebanyak 1000 batang tanaman mangrove di sisi timur muara Sungai Bogowonto.

Posted in Uncategorized | Comments Off

Biodiversity Warrior Camp & Journey, Yogyakarta 2014

Kabar gembira untuk para penulis muda Indonesia yang tidak lelah berusaha membuat perubahan melalui karya-karya tulisan yang tergabung dalam gerakan Biodiversity Warrior. Bagi para warrior yang telah mendapatkan 1000 point akan mengikuti ” Camp & Journey” bersama Yayasan Kanopi Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 5, 6 dan 7 Desember 2014.

Gerakan yang digagas Yayasan Kehati ini digunakan sebagai media untuk mempopulerkan keanekaragaman hayati ke seluruh Indonesia, baik dari sisi keunikan, manfaat, potensi, serta pelestariannya. Melalui dunia maya mereka menyebarkan informasi kepada publik sekaligus bertukar informasi. Aksesibilitas internet yang menjangkau segala penjuru akan memberikan kekuatan pada informasi yang disebarluaskan tersebut sehingga perubahan dapat terjadi. Oleh Yayasan KEHATI, informasi tersebut akan disalurkan pada pembuat kebijakan, organisasi lingkungan, dan lembaga penelitian. Melalui saluran yang tepat secuil informasi dari para Biodiversity Warriors akan mampu membuat perubahan. Selain itu para Biodiversity Warriors ini akan dididik menjadi citizen scientist agar informasi yang dihasilkan dan kemudian dibagikan bernilai ilmiah. Continue reading

Posted in NEWS, Program Lembaga | Comments Off

BERSAMA UNIVERSITAS TERBUKA “MEMBANGUN PERISAI PESISIR, MEMBANGUN MASA DEPAN NEGERI”


Minggu 16 November 2014 menjadi hari yang sangat bermakna bagi mangrove di kawasan Pesisir Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali. Hari itu, sekitar tiga ratus lebih orang berkumpul untuk bersama-sama menghijaukan kawasan pesisir dengan adanya Program Bantuan Sosial ABDIMAS Universitas Terbuka (UT). Hadir dalam acara tersebut Rektor UT, Kelapa dan Staff UPBJJ-UT Denpasar, Mahasiswa UT, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Kehutanan Kab. Jembrana beserta staff, Camat Melaya, dan seluruh staff perangkat desa Tuwed. Hadir pula siswa siswi SMAN 1 Melaya, SMK 4 Negara, SMPN 2 Melaya, yang ikut meramaikan acara ceremonial penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Acara yang di komando oleh Yayasan Kanopi Indonesia, Kelompok Tani Lindu Segara Tanjung Pasir, dan Yapeka ini, turut mengadirkan juga Komunitas Fotografi Satwa Alam Bali beserta karya foto satwanya yang menampilkan foto-foto burung yang terdapat di Bali yang sebagian besar merupakan burung-burung migrasi. Pameran foto ini disambut antusias oleh peserta, tidak hanya karena foto-foto yang indah dan luar biasa, namun para peserta penanaman sebelumnya memang tidak banyak mengenal keragaman burung yang ada didaerah mereka. Continue reading

Posted in Program Lembaga | Comments Off

Tepung Mangrove, pangan bergizi dari pesisir nusantara

Sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan tepung sebagai bahan dasar makanan dalam kehidupan sehari- harinya, akan tetapi dengan kemajuan teknologi di era modernisasi ini sangat sulit mencari bahan pokok makanan yang bergizi, ekonomis serta praktis termasuk tepung di dalamnya. Salah satu sumberdaya yang belum termanfaatkan dengan baik adalah mangrove. Selain memiliki fungsi utama sebagai benteng daratan, mangrove juga dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk seperti batik dan makanan. Bahan baku makanan yang sebagian besar berasal dari bahan tepung dapat diperoleh pula dari mangrove. Dengan ketekunan dan semangat mau belajar yang tinggi, masyarakat di pesisir utara semarang akhirnya dapat membuat tepung berbahan dasar mangrove yang pada akhirnya dapat dibuat produk-produk makanan baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijual sebagai alternatif ekonomi.

Kunci dari keberhasilan kegiatan pemanfaatan ini adalah EKOSISTEM MANGROVE YANG SELALU LESTARI

Continue reading

Posted in Program Lembaga | Comments Off

Kami Yang Muda Kami Yang Peduli!

Penanaman Mangrove Bersama Komunitas Peduli Lingkungan

Pasir Mendit. Anak muda penerus bangsa sudah sewajarnya peduli terhadap lingkungan. Kepedulian tersebut dapat dituangkan dalam sebuah kegiatan yang positif. Gerakan penanaman 1 milyar pohon yang dicanangkan Presiden SBY menjadi tolak ukur keikutsertaan berbagai pihak untuk menyumbangkan tenaga dalam menghijaukan bumi nusantara. Hal ini juga tak lepas dari salah satu keluaran kegiatan konservasi mangrove di pesisir Pasir Mendit Jangkaran Temon Kulonprogo bersama Kanopi Indonesia dan Yayasan KEHATI. Bersama kelompok pelestari mangrove Wanatirta selama setahun ini telah melakukan pembibitan sebanyak 5000 bibit mangrove. Bibit-bibit tersebut pada akhirnya ditanam oleh berbagai komunitas peduli lingkungan. Sejak Mei 2014, berbagai komunitas di Yogyakarta berkegiatan menanam mangrove bersama Wanatirta. Sebut saja mahasiswa dari UGM yang telah menaman 2300 bibit, Poltekes Jogja sebanyak 200 bibit, UNY 1000 bibit, komunitas sepeda federal Jogja 1000 bibit dan sekber perkumpulan mahasiswa pecinta alam se-DIY sebanyak 500 bibit. Continue reading

Posted in NEWS, Program Lembaga | Tagged , , , , , , , , | Comments Off

SAMPAH PENUHI KAWASAN MANGROVE DI JANGKARAN

Jum’at 27 Juni 2014, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo dilanda banjir. Menurut informasi yang diterima dari warga setempat,  banjir  terjadi akibat curah hujan yang tinggi berturut-turut selama tiga hari di wilayah hulu Sungai Bogowonto yang berada di wilayah Purwodadi dan Magelang. Sebagai wilayah yang berada pada bagian hilir Sungai Bogowonto, Desa Jangkaran memiliki potensi terjadi banjir kiriman dari wilayah hulu. Tak hanya banjir, masalah lain dari banjir ini adalah sampah yang terbawa aliran air sungai.

Gbr 1. Gambar hanyutan sampah di Sungai Pasir

Continue reading

Posted in NEWS | Tagged , , , , , , , , , , | Comments Off