Bersama-sama Hijaukan Lereng Timur Gunung Merapi (Boyolali)

Pagi yang dingin menyertai persiapan Yayasan Kanopi Indonesia untuk berangkat ke Boyolali. Sekali lagi, berbagai elemen masyarakat mulai dari Dinas-dinas setempat, MUSPIKA, Mahasiswa UT, Siswa SMA serta pemuda dan warga setempat berkumpul di satu titik, Wonodoyo, Cepogo, Boyolali.

Serah terima tanaman dari Universitas Terbuka kepada masyarakat

Pukul 08.00 WIB bersamaan dengan naiknya kabut yang cukup tebal, acara seremonial dawali dengan sambutan dari direktur Yayasan Kanopi Indonesia Ma’ruf Erawan, Dekan Fakultas Ekonomi Bapak Yun Iswanto selaku perwakilan dari UT Pusat, Bapak Joko Priyono dari TNGM, dan Sekcam Cepogo Bapak Parwoto yang menegaskan tentang 4 elemen di alam ini yaitu udara, tanah, air dan api.

Sambutan Dekan Fakultas Ekonomi Bapak Yun Iswanto selaku perwakilan dari UT

Seusai acara pembukaan, seluruh peserta mulai dikoordinasikan untuk acara utama yaitu penanaman. Lokasi penanaman tidak terlalu jauh dari pusat acara. Perjalanan ke lokasi diwarnai dengan semangat para peserta dan sorak-sorak nyanyian para siswa SMA N 1 Boyolali, SMA N 3 Boyolali, dan SMK N 1 Boyolali. Untuk acara seremonial ini pohon yang ditanam adalah bambu petung dan bambu apus. Kedua tanaman ini dipilih karena dua faktor yang penting yaitu faktor ekonomi karena masyarakat memanfaatkan bambu ini untuk bahan bangunan yang cukup kokoh dan faktor ekologis karena bambu ini dapat menyerap air 5 kali lebih banyak dari pohon lain. Untuk penanaman selanjutnya akan ditambah jenis pohonnya antara lain Puspa, Trembelu dan Buni.

Acara penanaman dimulai dengan simbolis penanaman oleh perwakilan dari UT Pusat, Dinas-dinas dan MUSPIKA yang kemudian diikuti dengan penanaman oleh seluruh peserta. Antusiasme peserta dapat terlihat dari perburuan para siswa SMA mencari lubang-lubang yang telah dipersiapkan oleh masyarakat setempat untuk menanam pohon masing-masing.

Tak lama setelah para peserta mulai asik menanam, hujan mulai mengucurkan tetes gerimisnya. Seluruh peserta mulai diarahkan untuk segera meninggalkan lokasi penanaman menuju kembali ke lokasi pembukaan. Para peserta harus melewati bukit yang cukup terjal untuk kembali ke lokasi pembukaan. Jalanan yang licin dan hujan yang mulai deras tidak mematahkan semangat para peserta yang ingin segera kembali ke lokasi awal setelah puas menanam pohon. Tanjakan demi tanjakan terus dilalui dan sesampainya di lokasi awal, perjalanan berat tadi terbayarkan dengan  hidangan yang telah disiapkan oleh masyarakat.

Seluruh peserta menikmati makan siang bersama-sama. Semuanya berbaur menjadi satu dan berbagi cerita tentang hari ini. Sabtu 19 Nopember 2011. Bersama UT Menanam Pohon Merintis Masa Depan.

 

Galery


Comments are closed.