Mangrove Replanting Muara Sungai Bogowoto, Jangkaran, Kulonprogo

Proses pembuatan alat pemecahan ombak (guludan) hingga proses penanaman Mangrove

Rabu (3/6/15) Yayasan Kanopi Indonesia melaksanakan program mangrove replanting di sisi timur muara Sungai Bogowonto, Jangkaran, Kulonprogo. Program yang terselenggara berkat kerjasama dengan RARE ini merupakan bagian dari program “Mengembangkan dan Mengimplementasikan Manajemen Ekosistem Berkelanjutan Melalui Mitigasi dan Rencana Kesiapsiagaan”.

Sempadan sungai Bogowonto di wilayah Desa Jangkaran, Kabupaten Kulonprogo merupakan salah wilayah pasang surut air laut dan juga terdapat

Proses pembuatan alat pemecahan ombak (guludan) hingga proses penanaman Mangrove

ekosistem mangrove asli. Tetapi ekosistem mangrove di wilayah ini mulai berkurang karena lahan yang tergerus abrasi dan gelombang air laut yang tinggi mengakibatkan pemeliharaan ekosistem mangrove selalu gagal karena bibit yang ditanam terbawa gelombang air laut. Diperlukan teknik yang berbeda dari teknik penanaman biasa. Masyarakat memilih cara pemecah ombak menggunakan anyaman bambu dengan tujuan dapat mengurangi kekuatan ombak namun tetap ada aliran keluar masuk air laut dari sela anyaman.

Kegiatan mangrove replanting yang diikuti oleh 22 orang warga Desa Jangkaran, Kulonprogo dari berbagai usia. Kegiatan ini rencananya  dilaksanakan pada pagi hari sekitar pukul 08:00 WIB. Namun dikarenakan permukaan air yang masih tinggi kegiatan mangrove replanting dilaksanakan pada pukul 13:00 WIB. Pada kegiatan ini berhasil ditanam sebanyak 1000 batang tanaman mangrove di sisi timur muara Sungai Bogowonto.