Penanaman Jahe Sebagai Alternatif Ekonomi di Dusun Turgo

Jahe yang disemai sebelum ditanam

Hari masih pagi… beberapa wanita datang berbondong-bondong menuju salah satu rumah. Kabar akan diadakan kegiatan pelatihan budidaya jahe di dusun mereka rupanya sudah menyebar luas. Bantuan berupa bibit jahe akan dibagikan kepada mereka… Rasa ingin tahu dan ingin maju lah yang mendasari semangat mereka menembus dinginnya dusun di lereng Gunung Merapi itu..

–Yayasan Kanopi Indonesia, Juni 2015-

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya jahe

 

Yayasan Kanopi Indonesia bersama masyarakat telah melaksanakan kegiatan ekonomi alternatif bagi masyarakat dalam bentuk budidaya jahe. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan PT Pertamina TBBM Rewulu. Kelompok tani Ngudi Makmur di dusun Turgo sudah menjadi kelompok dampingan kegiatan pengelolaan kehati Pertamina TBBM Rewulu sejak tahun 2011. Dan kali ini kembali bekegiatan bersama untuk pengelolaan budidaya jahe. Jahe menjadi pilihan masyarakat karena masyarakat sudah mempunyai pengalaman dalam budidaya tanaman tersebut. Selain itu, nilai jual jahe yang relatif stabil bahkan meningkat menjadi dengan masa panen yang tidak terlalu lama akan menjadi alternatif yang tepat bagi masyarakat.

Jahe yang disemai sebelum ditanam

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota wanita dari kelompok tani Ngudi Makmur. Kebanyakan dari mereka adalah ibu rumah tangga yang banyak bekerja di kebun/ladang. Dengan adanya program budidaya jehe ini diharapkan hasilnya dapat meningkatan perekonomian keluarga.