Rumah Bagi Si Raja ……

Throides helena
Throides helena

Kupu-kupu raja (Troides sp.)  merupakan jenis kupu-kupu yang dilindungi Undang-Undang karena populasinya yang semakin menurun. Kupu-kupu ini mempunyai tanaman pakan yang spesifik yaitu Aristolochia sp. (sirih hutan).

Dari kegiatan pendataan dan monitoring Yayasan Kanopi Indonesia pada tahun 2013 dan 2014 yang dilaksanakan di Terminal BBM Rewulu, ditemukan berbagai jenis fauna yang menarik dan memiliki peran penting bagi keseimbangan alam. Diantaranya Pachliopta aristolochiae, merupakan salah satu jenis kupu-kupu yang sangat menarik karena jenis tanaman pakannya adalah Aristolochia sp. (sirih hutan), yang juga merupakan tanaman pakan dari Troides sp. (kupu-kupu raja).  Selain kupu-kupu ditemukan beberapa satwa merupakan satwa endemik dan dilindungi, diantaranya adalah burung Cekakak jawa, Burung-madu kelapa, Burung-madu sriganti, Blekok sawah, Cekakak suci, Layang-layang api dan lain-lain.

Berawal dari temuan itu maka Yayasan Kanopi Indonesia bersama Pertamina TBBM Rewulu mendirikan lokasi konservasi berupa rumah penangkaran kupu-kupu Raja. Penangkaran merupakan suatu kegiatan untuk mengembangbiakan jenis-jenis satwa liar dan tumbuhan alam yang bertujuan untuk memperbanyak jumlah/populasinya sehingga kelestarian dan keberadaannya di alam dapat dipertahankan.

Ada beberapa metode penangkaran kupu-kupu, diantaranya adalah penangkaran tertutup dan penangkaran terbuka. Pada penangkaran tertutup seluruh area taman ditutup oleh jaring sehingga tidak ada hewan lain yang keluar masuk. Sedangkan untuk penangkaran terbuka, area taman tidak ditutup jaring sehingga ada interaksi dengan lingkungan luar. Tingkat keberhasilan penangkaran pada sistem tertutup lebih tinggi daripada terbuka karena lingkungan taman dapat dikontrol dengan mudahsehingga hama dan predator kupu-kupu dapat dikendalikan karena tidak dapat masuk kedalam penangkaran.

Penangkaran tertutup yang ada di area TBBM rewulu

Masing-masing sistem penangkaran tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Pada sistem tertutup tingkat keberhasilan lebih tinggi tetapi biaya untuk pembuatan dan perawatan taman lebih mahal dan membutuhkan perhatian serta waktu yang banyak. Sedangkan pada sistem terbuka tingkat keberhasilan lebih rendah, akan tetapi pembuatan dan perawatan taman lebih mudah dan murah.

Diharapkan area konservasi dan lokasi penangkaran ini dapat menjadi “rumah” bagi Toides sp, rumah bagi Si Raja.