Exit Workshop, Dengan Mangrove kita cegah bencana !

Sesi foto bersama peserta exit workshop
Sesi foto bersama peserta exit workshop

Kamis, 6 Agstus 2015 telah diadakan  Exit Workshop Program Kegiatan Mengembangkan dan Mengimplementasikan Manejemen Ekosistem Berkelanjutan Melalui Mitigasi dan Kesiapsiagaan. Bertempat di Wisma Kusuma Hotel, Wates, Kulom Progo, acara in dihadiri setidaknya 24 orang yang terdiri dari perwakilan anggota FPRB Desa Poncosari dan Desa Jangkaran, kelompok tani Desa Jangkaran, dinas terkait, serta perwakilan dari RARE.

sesi penyerahan kenang-kenagan kepada perwakilan Desa Jangkaran (kiri) dan RARE (kanan)

Dalam acara ini sambutan diberikan oleh Direktur Yayasan Kanopi Indonesia dan Sekretaris Desa Jangkaran. Dimana dalam sambutan ini baik direktur Yayasan Kanopi Indonesia dan Sekretaris Desa Jangkaran menyampaikan rasa terimakasih atas kerjasama yang baik dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini. Diharapkan penutupan program ini bukan akhir dari kerjasama antara Yayasan Kanopi dengan masyarakat Desa Jangkaran. Rare yang diwakili oleh Ibu Galuh Sekar Arum sebagai penyandang dana memberikan sambutan dan perkenalan lembaga. Termasuk juga dengan bagaimana Rare berkegiatan dengan tema pencarian solusi di berbagai tempat di seluruh dunia.

 Sebagai kegiatan penutup, kegiatan exit workshop ini bertujuan untuk memaparkan hasil kegiatan program kepada semua pihak yang terkait dengan program ini yaitu :

1. Rare sebagai penyandang dana

2. Yayasan Kanopi Indoenesia sebagai pelaksana

3. Pemerintah Desa Jangkaran

4. Perwakilan masyarakat Desa Jangkaran yang terdiri dari FPRB, perwakilan kelompok tani Dusun Nglawang, Kledekan Lor, dan Ngelak.

5. Karang Taruna Desa Jangkaran

6. Dinas terkait seperti BPBD Kabupaten Kulon Progo, BPBD Provinsi DIY, BLH, Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan serta Pokja Mangrove Kabupaten Kulon Progo.

7. Lembaga terkait seperti Perkumpulan Lingkar, Mangrove Training, dan FPRB Desa Poncosari.

Tujuan kedua dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan mengenai rencana tindak lanjut dari program yang telah berjalan dari semua pihak yang diundang. Untuk mendapatkan masukan ini dilakukan dengan menggunakan metode diskusi terfokus. Dari hasil diskusi ini diperoleh Rencana tindak lanjut.