Hijaukan Pesisir, Perkuat Benteng Maritim

peserta penanaman berfoto bersama
peserta penanaman berfoto bersama
Para peserta penanaman dari SD hingga SMA  melakukan berfoto bersama usai menanam mangrove

Sabtu 28 November 2015 merupakan hari sangat berarti bagi pesisir pantai Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Sebanyak 10.000 bibit mangrove ditanam di sepanjang pantai Desa Hurun. Sekitar dua ratus orang berkumpul untuk bersama-sama untuk menghijaukan pesisir dalam program ABDIMAS Penanaman Pohon Universitas Terbuka (UT). Dalam acara tersebut dihadiri Pembantu Rektor III UT, Kepala dan staff UPBJJ-UT LAMPUNG, Mahasiswa UT, Perwakilan BBPBL Lampung, staff dan perangkat Hurun. Selain itu dalam acara ini juga dihadiri siswa dan siswi SMAN 1 Padang Cermin, SMPN 1 Padang Cermin, SDN 2 Hurun dan SDN 2 Hanura.  Acara yang dikomando oleh Yayasan Kanopi Indonesia, Desa Hurun, Kelompok Tani Harapan Jadi dan YAPEKA.

Perwakilan

Bibit diperoleh dari petani sekitar. Jumlah bibit sebanyak 10.000 bibit yang dikembangkan oleh Bapak Untung . Bapak Untung merupakan salah satu aktifis yang mengembangkan dan membibitkan mangrove. Jenis mangrove yang ditanam yaitu Rhizopora sp. Mangrove si pesisir Desa Hurun akan dikelola oleh Desa Hurun dan Kelompok Tani Harapan Jadi.

suasana pembukaan acara penanaman
Suasana pembukaan acara penanaman

Acara pecanangan dimulai dari pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutakan dengan sambutan-sambutan. Dalam dalam acara tersebut Bapak Aminudin selaku kepala Desa Hurun sangat berterimakasih kapada Universitas Terbuka karena diberi amanah berupa pohon mangrove yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Bapak Aminudin juga berharap kedepannya tertus terjalin kerjasama untuk pelestarian mangrove di Desa Hurun, Bapak Dauri sebagai perwakilan Balai Besar Perikanan Budidaya Laut juga menjelaskan pentingnya mangrove bagi kelestarian Ikan dan hewan laut lainnya yang berguna bagi manusia. Jika mangrove tidak ada makan akan berpengaruh pada ketersediaan ikan di laut karena kawasan mangrove sebagai kawasan pemijahan beberapa ikan kata Bapak Dauri. Bapak Mutadin dari YAPEKA menjelaskan mangrove sebagai benteng pesisir yang menjadi pelindung dari ancaman angina, abrasi dan tsunami. Dengan adanya kawasan mangrove maka kawasan disekitar terlindung dari bencana tersebut . Ma’ruf Erawan dari Yayasan Kanopi Indonesia membiri alasan diplihnya Desa Hurun sebagai lokasi penanaman karena Desa Hurun memiliki potensi yang sangat besar sehingga sangat berharga jika dikembangkan. Pengkayaan mangrove di Desa Hurun diharapkan memulihkan fungsi ekosistem hutan mangrove sebagai perisai dan penopang kehidupan pesisir, baik spesies maupun masyarakat sekitarnya. Dalam kesempatan ini Rektor Universitas Terbuka dalam sambutannya menyampaikan bahwa program yang telah berlangsung selama 5 tahun di beberapa lokasi ini memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan ikut dalam pelestarian lingkungan. Rektor UT menyampaikan bahwa saat ini dunia menggantungkan pasokan oksigen dari Indonesia karena itu hutan perlu dijaga dan UT memiliki komitmen kuat untuk pelestarian lingkungan. “Pengabdian kepada Masyarakat UT sejak tahun 2011 difokuskan pada penghijauan dan pendidikan dengan melibatkan anak sekolah dan mahasiswa” tambahnya. Ketua LPPM UT, Ir. Kristanti Ambar Puspitasari, M.Ed., Ph.D menambahkan bahwa LPPM mendorong program penghijauan yang dilakukan dapat ikut memperbaiki kerusakan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk kalangan sivitas akademika, sehingga kegiatan UT tersebut dapat dicontoh oleh instansi lain.

Penyerahan sertifikat penanaman kepada Kepala Desa Hurun
Penyerahan piagam penghargaan dari Pembantu Rektor III UT kepada Kepala Desa Hurun

Sebelum sampai pada acara inti yaitu penanaman dilakukan penyerahan kenang-kenangan dari Universitas Terbuka dan pemberian piagam penghargaan bagi semua pihak yang terlibat dalam acara tersebut yang dilanjutkan dengan serah terima bibit secara simbolis dari Rektor UT Kepada Kepala Desa Hurun. Pengarahan mengenai tata cara menanam oleh Ma’ruf Erawan selaku Direktur Kanopi Indonesia sebelum peserta melakukan penanaman di lokasi yang telah disiapkan. Rektor UT, Kepala dan Staff UT UPBJJ Lampung, Mahasiswa UT, seluruh tamu undangan beserta semua siswa siswi sekolah yang hadir bersama-sama menanam bibit mangrove. Tampak antusias yang sangat tinggi dari semua yang hadir, dan tidak terasa bibit yang disediakan selesai ditanam dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Acara serupa juga di selenggarakan di Bengkulu, Lampung, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara. Diharapkan dengan kegiatan penanaman mangrove di Bengkulu, Lampung, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara maka usaha rehabilitasi mangrove dan pelestarian kawasan pesisir di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dan lebih baik.. Dengan menanam mangrove berarti kita telah membangun perisai hijau dan memperkuat benteng maritim di kawasan pesisir Indonesia. (HS)

Mahasiswa UT semangat dalam melaksanakan penanaman mangrove
Mahasiswa UT semangat dalam melaksanakan penanaman mangrove