Pelatihan Pengelolaan Ekowisata

Jpeg

Pelatihan peningkatan kemampuan masyarakat pengelolaan wisata batik adalah kelanjutan program dari pelatihan pengenalan wisata I. Pelatihan  ke dua ini dilaksanakan pada 16 Mei 2016. Di kediaman  Ibu Nurjana. Pada  kesempatan ini, Kelompok Batik Tulis Sido Mulyo diarahkan oleh Bapak Rio Christy Handziko selaku pemateri pelatihan, mengajak kelompok Sido Mulyo untuk kembali mengoreksi sarana prasarana dan kelengkapannya dalam proses membatik, keterampilan dan kemampuan melakukan proses pembatikan, keterampilan dan sikap menyambut dan menemani tamu.

Sarana prasarana dan kelengkapan membatik, yang meliputi pemeliharaan alat, penyediaan bahan, pengadaan pewarna alam, dan pemeliharaan tumbuhan penyedia pewarna alam. Keempat point tersebut, mengajak kelompok untuk mengembangkan ekowisata alam bertujuan mengenalkan kepada visitor untuk mengetahui manfaat dan kegunaan tubuhan tersebut sebagai bahan mentah pewarnaan alam.

Jpeg

Keterampilan dan kemampuan melakukan proses pembatikan, menekankan memahami kemahiran dalam proses membatik, memahami proses pembatikan yang dikuasai, mampu menceritakan proses pembatikan sejak awal sampai kain siap jual, dan mau untuk terus berlatih dan membuat batik kreasi baru. Penekanan ini merupakan hal penting dalam kelompok, oleh karenanya setiap anggota kelompok saling berbagi pengalaman kepada anggota lainnya, untuk menambah wawasan sejarah dan proses membatik. Dengan tujuan bercerita sejarah dan proses membatik merupakan proses interaksi, mengenalkan bagi pengunjung yang belum mengenal proses membatik dan sejarahnya. Ketrampilan dan sikap menyambut dan menemani tamu, momen ini mengajak kelompok untuk belajar menyambut tamu dengan sikap, ramah (mampu menyapa dan membuat obrolan yang ringan dengan tamu), percaya diri (mampu menceritakan batik secara utuh menyeluruh), menarik (mampu menceritakan sisi keindahan batik dan filosofi batik), dan terbuka (selalu siap menerima saran masukan). Pada presentasi ini menawarkan kelompok untuk lebih berhati-hati dalam bersikap kepada tamu. Seperti yang diungkapkan Bapak Andjar salah satu anggota kelompok ini, mengatakan bahwa untuk menyikapi tamu salah satunya adalah memperhatikan bahasa tubuh sang tamu.

Dari uraian diatas bahwa Bapak Rio menyimpulkan dari keseluruhan keterampilan dan sikap yang perlu dikembangkan, nilai paling penting yang harus dikuasai adalah “komunikasi”. (arm)