Senapan Angin Teror Bagi Satwa

kampanye tolak senapan angin

 

“Senapan angin Jadi terror bagi satwa liar” Kalimat tersebut tertulis besar dalam spanduk  yang dibentangkan di kawana Nol kilometer Yogyakarta (14/09/2016) Rabu siang. Aksi yang diprakarsai Centre For Orangutan Protectio  ini menggandeng Paguyuban Pengamat Burung Jogja, Kanopi Indonesia, dan Mapala mereka mengecam aksi perburuan satwa.  Aksi ini muncul karena maraknya aksi penggunaan senapan angin untuk berburu satwa liar .

14311324_10209110849426362_3433223053209636924_oAksi theatrical menceritakan seekor elang jawa melakukan perlawanan terhadap aksi kejam  pemburu satwa  yang sedang  berusaha  menembak orang utan di hutan. Si elang jawa dengan gagah berani menghalau tembakan untuk menyelamatkan  teman teman satwanya di hutan. Pertarungan sengitpun terjadi, beberapakali  tembakan pemburu dimentahkan oleh sayap elang jawa, bahkan beberapakali  si pemburu terguling ke tanah terkena cakaran dan kepakakan sayap elang jawa, hingga akhirnya pemburu ketakutan dan menyerah kalah pada si elang jawa.

Tentunya cerita tersebut hanya fiktif belaka, faktanya mereka semua semakin terdesak dan tak mampu melawan berbagai kejahatan yang dilakukan manusia. Dalam situasi habitat mereka semakin habis, mereka terus diburu dan dibantai. Kegiatan menembak satwa demi kesenangan  semakin sering disaksikan dimana mana, tak jarang mereka memamerkan hasil buruannya di media sosial. Seperti kasus selfie pelaku dengan kucing hutan hasil buruannya di Jawa Timur September 2015.Yang paling menyedihkan  adalah kasus pada 3 Desember 2014 saat penembakan  membabi buta  terhadap orang di Kalimantan Tengah, 40 butir peluru ditemukan dalam jasad orang utan.

Padahal dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 menyebutkan penggunaan senapan angin hanya digunakan untuk kepentingan menembak sasaran atau target dan hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan.  Oleh karena itu penggunaan senapan angin untuk berburu satwa  apalagi yang dilindungi dapat dijerat pasal berlapis, selain peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012, juga UU no 5 tahun 1990 tentang pelestarian sumberdaya hayati. (Irfan R./KanopiIndonesia)