PELATIHAN PUPUK ORGANIK DI TAMAN KEHATI, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA

IMG_20170223_151956

Bertempat di pendopo taman KEHATI Bajo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul diselenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik. Sistem pemupukan di wilayah Desa Purwodadi sekarang ini masih banyak menggunakan pupuk kimia. Pupuk kimia memiliki dampak negatif yaitu: ketersediaan pupuk tergantung pihak lain, misal pabrik dan distributor, harga relatif tinggi, dapat menyebabkan ketidak seimbangan unsur hara dalam tanah karena pemupukan yang tidak berimbang serta dalam pemakaian jangka panjang dapat menurunkan PH tanah. Sehingga diperlukan metode pemupukan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Yayasan Kanopi Indonesia, yang di dukung oleh Yayasan KEHATI dan PT. Martina Berto Tbk. menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik. Peserta pelatihan adalah Kelompok Tani Wanita Sari Indah yang merupakan pengelola Taman KEHATI Bajo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Materi yang diajarkan antara lain : pembuatan Pupuk MOL (mikro organisme lokal), pembuatan pupuk padat dari kotoran hewan, dan pembuatan pupuk cair dari kotoran hewan.

Pupuk MOL merupakan pupuk cair yang mengandung mikro organisme hasil produksi sendiri dari bahan bahan alami lokal. Bahan yang yang dapat digunakan sebagai MOL antaralain buah-buahan dan sayuran. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro yang bermanfaat bagi tanaman. Bakteri yang terkandung dalam MOL sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman. Taman KEHATI memiliki koleksi tanaman buah yang beberapan tanaman telah berbuah. Salah satu cara memanfaatkan buah adalah dibuat menjadi pupuk MOL. Buah yang dipakai adalah buah yang busuk dan tidak dipakai seperti kulit buah.

IMG_20170223_152055

Pupuk organik cair adalah pupuk cair yang diolah dari bahan dasar urine, feses, starter, tetes tebu dan air. Pupuk organik ini dapat diolah secara sederhana dari urine dan feses ternak sapi, kambing maupun kelinci. Teknologi pengolahan pupuk cair berbahan dasar urine ini sangat mudah, murah dan memberi banyak manfaat bagi petani dan peternak. Manfaat penggunaan pupuk cair antara lain adalah menghemat biaya pemupukan, menyuburkan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman dan pendapatan petani. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa produksi tanaman dapat ditingkatkan dengan penggunaan pupuk cair dari urine sapi. Pupuk organik padat diolah dari kotoran dan kompos. Untuk kegunaan sama seperti pupuk cair.

Kesadaran dan keinginan masyarakat untuk memajukan pertanian ditunjukkan dengan sangat antusiasnya peserta pelatihan selama pembekalan hingga praktek pembuatan pupuk organik tersebut. Selama ini kotoran hewan oleh warga di jadikan pupuk kandang tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Pada pelatihan ini peserta mempraktekan membuat pupuk MOL dari buah yang ada dan membuat pupuk cair dari kotoran hewan.

Sebagai narasumber dari pelatihan ini adalah Arif Nurmawan yang telah mendampingi dan memberi pelatihan di beberapa tempat. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan pengunaan pupuk organik dapat meningkat. Pengunaan pupuk organik di masayakat bisa menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen serta ramah lingkungan.