Restorasi Ekositem Mangrove Segara Anakan oleh Pertamina Depot LPG Cilacap

IMG_20170927_164845

Pada tanggal 27 September 2017, Pertamina Depot LPG Cilacap telah melakukan aksi penanaman mangrove di kawasan mangrove segara anakan Kabupaten Cilacap. Penanaman  sebanyak 12 000 bibit mangrove ini telah dilakukan di Petak 46 BKPH Rawa Timur, KPH Banyumas Barat yang berada di Desa Kutawaru Kecamatan Cilacap Tengah. Pelakasanaan penanaman ini melibatkan Yayasan kanopi Indonesia sebagai pelaksana yang bekerjasama dengan Perhutani dan Kelompok Peduli Mangrove Sida Asih Jagapati. Acara ini  juga dihadiri oleh warga Kelurahan Kutawaru, SD N 1 Kutawaru, SMP N 9 Cilacap, DLH Cilacap, Duta Wisata Cilacap, LMDH Rawa kuna dan Karyawan Pertamina Depot LPG Cilacap.

Dalam dalam acara tersebut Bapak Zamroni sebagai OH Pertamina Depot LPG Cilacap mengungkapkan pentingnya menjaga kelestarian mangrove yang berperan sebagai penghasil oksigen serta habitat bagi berbagai macam kehidupan. Dalam sambutannya  beliau menyampaikan bahwa program yang sudah berlangsung selama 2 tahun di  lokasi ini  telah memberi manfaat bagi masyarakat sekitar serta memberi sumbangan bagi pelestarian lingkungan. Dengan kegiatan penanaman mangrove ini maka diharapkan usaha rehabilitasi mangrove dan pelestarian kawasan pesisir di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dan lebih baik.  Beliau menambahkan, Dengan menanam mangrove berarti kita telah membangun perisai hijau dan memperkuat benteng maritim di kawasan pesisir Indonesia.

IMG_20170927_144300

Semantara perwakilan Kepala Desa Kutawaru  merasa sangat berterimakasih karena diberi amanah berupa pohon mangrove yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Bapak Tutur sebagai perwakilan BKPH Rawa Timur, KPH Banyumas Barat juga menjelaskan pentingnya mangrove bagi kelestarian Ikan dan hewan laut lainnya yang berguna bagi manusia. Arif Rudiyanto  dari Yayasan Kanopi Indonesia memberi alasan diplihnya Petak 46 BKPH Rawa Timur, KPH Banyumas Barat sebagai lokasi penanaman karena memiliki potensi yang sangat besar sehingga sangat berharga jika dikembangkan.

Kawasan hutan mangrove di Kabupaten Cilacap Jawa tengah merupakan kawasan mangrove  terluas di Pulau Jawa. Kawasan hutan yang dikenal dengan Segara anakan ini terbentuk oleh sedimentasi dari muara sungai Citandui yang terus berkembang kearah pulau nusa kambangan. Sedimen lumpur yang sangat kaya materi organic  telah menjadi tempat hidup yang sangat cocok ekosistem mangrove. Sayangnya kawasan mangrove Segara anakan terus terdegradasi akibat aksi penebangan dan pembukaan lahan yang terus terjadi. Padahal Indonesia  diketahui memiliki luasan hutan mangrove terbesar di dunia, kurang lebih  25% dari keseluruhan luas hutan mangrove dunia ada di  Indonesia.  Salah satunya adalah di kawasan segara anakan yang berada di Kabupaten Cilacap ini.

Pelestarian  ekosistem mangrove  di wilayah  Kabupaten  Cilacap, merupakan usaha jangka panjang yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak pengelola yaitu KPH Banyumas Barat, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah tetapi juga banyak pihak yang terkait (perguruan tinggi, masyarakat, serta lembaga pemerintah dan swasta). Ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai zona pertahanan pantai, mangrove menjadi bagian terbesar perisai terhadap hantaman gelombang laut di zona terluar daratan pulau. Ekosistem mangrove juga melindungi bagian dalam pulau secara efektif dari pengaruh gelombang dan badai yang terjadi.

IMG_20170927_165829_HHT