Upaya Pelestarian Gelatik jawa bersama masyarakat di Kabupaten Gunungkidul

Burung gelatik jawa Padda oryzivora adalah jenis burung endemik di pulau jawa bali yang suda terancam punah karena  penangkapan burung untuk diperdagangkan  burung ini dahulu sering ditemui di sawah sawah bersama dengan burung bondol. Namun saat ini keberadaannya di alam sudah sangat langka. Namun demikian ironisnya populasi burung ini telah berkembangbiak dengan pesat di negara lain seperti Malaysia, Singapura, Jepang cina bahkan hawai. Populasi burung ini juga telah terintroduksi ke Sulawesi sumatera dan Kalimantan. Bagaimanapun juga habitat asli burung gelatik adalah pulau Jawa dan Bali. Sangat disayangkan bahwa gelatik jawa justru punah dirumahnya sendiri,  dimana alamnya pada hakekatnya sangat mebutuhkannya

Burung gelatik terus semakin terancam punah, Populasinya semakin berkurang karena terus diburu dan diperdagangankan. Di banyak lokasi yang dahulu sering digunakan untuk bersarang sekarang sudah tidak ada lagi, habis. Begitulah kira kira salah satu yang diutarakan dalam sarasehan  bersama masyarakat yang datang.

Sarasehan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2017  ini memang sedang membahas mengenai pelestarian burung khususnya Burung Gelatik Jawa di gunung kidul.  Sasaran kegiatan adalah masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, karena para petani lah yang paling sering berinteraksi dengan burung gelatik.

Gambar 1. Kegiatan diskusi bersama masyarakat

Dalam presentasi tentang gelatik jawa yang dipaparkan oleh kanopi Indonesia ini sempat membuat beberapa warga masyarakat desa giriwungu terkaget-kaget. Bagaimana tidak  karena ternyata burung yang masih sering ditemukan di ladangnya ini ternyata jenis yang sudah terancam punah dan termasuk jenis burung langka.

Seperti diketahui pada saat ini  Kanopi Indonesia tengah melakukan kegiatan survey  populasi gelatik di gunung kidul sejak bulan Agustus 2017. Kegiatan yang didukung oleh Oriental Bird Club ini dilakukan dengan pengamatan burung  di lokasi-lokasi yang dahulu pernah  dilaporkan menjadi tempat bersarang maupaun tempat tidur burung gelatik.  Hasilnya menunjukkan bahwa burung gelatik sudah tidak ditemui lagi sebagian besar tempat yang dikunjungi, sementara justru di lokasi baru dan tidak masuk kedalam lokasi yang diperkirakan terdapat jenis tersebut malah masih bisa ditemukan. Yang menarik informasi ini justru diperoleh dari hasil  wawancara dengan masyarakat, bukan berasal dari studi literatur.

Gambar 2. Burung Gelatik Jawa (liar) yang dijumpai pada saat survey keberadaan jenis.

 

Di dalam diskusi, salah seorang peserta mengemukakan ia juga berharap burung gelatik di desanya terus lestari, namun sayangnya saat ini masih sering ada penangkap burung dari daerah lain yang datang ke desa giriwungu untuk menangkap burung. Masyarakat juga masih sungkan untuk menegurnya karena memang di desanya tidak ada aturan untuk melarang berburu burung. Pada akhir diskusi para peserta dibagikan kalender tahun 2018 dengan gambar poster burung gelatik jawa. Untuk kelestariannya saat ini sangat penting untuk melestarikan populasi burung gelatik yang masih tersisia dihabitat alaminya dengan melibatkan masyarakat.

Gambar 3. Penyerahan kalender yang menjadi salah satu media penyadartahuan

 

 

 

(Teks : Irfan Rosyadi-Kanopi Indonesia/ Editor : Arif Rudiyanto-Kanopi Indonesia)