Mengenalkan Satwa Terancam Punah di Kawasan Karts Kabupaten Gunungkidul Kepada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup

Masalah lingkungan hidup semakain menjadi kesadaran publik, ini bisa kita lihat isu tentang lingkungan selalu menjadi topik utama di berbaga negara. Banyak yang tidak peduli terhadap alam dan lingkungan bahkan banyak yang sengaja memanfaatannya untuk kepentingan pribadi bahakan dengan cara merusak. Salah satu penyebab ketidak seimbangan ekosistem adalah kepunahan keanekaragaman hayati.  Aktivitas manusia yang menyebabkan kepunahan spesies dan habitat serta hilangnya keanekaragaman hayati. Meningkatnya perburuan dan alih fungsi hutan merupakan faktor ketidak seimbangannya suatu ekosistem. Punahnya spesies sama saja punahnya sumber pemenuhan kebituhan manusia. banyak cara yang dilakukan pemerintah maupun LSM untuk menangani permasalahan ini, contohnya dengan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat. Untuk mencegah hal tersebut kesadaran merupakan hal yang penting yang harus ditanamkan sejak dini. Salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran anak akan kecintaannya terhadap alam adalah dengan Pendidikan Lingkungan Hidup. Setiap sekolah tentunya telah menyampaikan PLH kepada muridnya, namun yang disesali terkadang anak sulit untuk memahaminya jika disampaikan secara formal. Pendidikan lingkungan hidup dilakukan dengan memasukan aspek tingkah laku dan nilai komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang sadar akan menjaga lingkungan dimulai dari anak-anak yang merupakan generasi penerus. Kelestarian lingkungan hidup menjadi tanggungjawab bersama, jika belum sanggup untuk langkah yang besar, maka kita mulai dengan langkah kecil dan lingkungan terdekat disekitar kita. Mari kita bersama-sama untuk mencari solusi yang paling tepat untuk mengurangi bahkan mencegah kerusakan lingkungan.

Pada tanggal 26 januari 2018, Yayasan Kanopi Indonesia mengadakan sosialisasi tentang pelestarian burung Gelatik Jawa (Padda oryzivora) di SDN di kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Peserta yang terdiri dari anak kelas lima dan enam ini mendapatkan pemahaman mengenai keseimbangan suatu ekosistem di wilayah tempat tinggal mereka yang merupakan habitat asli untuk burung Gelatik Jawa yang keberadaannya sudah terancam punah (IUCN Red List). Pendidikan lingkungan yang disampaikan sepenuhnya melibatkan anak-anak yaitu dengan cara membuka pemahaman mereka tentang pelestarian flora maupun fauna yang ada di sekitar mereka dengan cara menggambar. Tak hanya itu permaian yang bertemakan lingkungan pun di tampilkan untuk menambah pemahamnan mereka dengan cara menyenangkan. Penyampaian pendidikan lingkungan sangan penting di perhatikan terutama jika anak-anak yang menjadi sasarannya. Penyampaian yang menyenangkan seperti membuat permaianan-permainan tentang lingkungan hidup akan mudah di pahami oleh anak-anak.

Gambar 1. Berinteraksi langsung sambil memperagakan jenis-jenis satwa liar akan lebih memberikan kesan terhadap sesuatu yang dipelajari.

 

Gambar 2. Mengajak siswa untuk lebih menjaga lingkungan
Gambar 3. Mengajak siswa supaya menampilkan pendapat mereka kepada publik.
Gambar 4. Bermain merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memberikan kesan tentang materi pendidikan lingkungan.

Setelah dilakukan kegiatan pendidikan lingkungan hidup adik-adik siswa lebih mengenal tentang jenis-jenis satwa yang ada disekitar tempat tinggal mereka serta peranannya bagi ekosistem karst. Selain itu, mereka juga lebih sadar mengenai jenis satwa yaitu burung Gelatik Jawa yang kondisinya saat ini terancam punah dari habitat aslinya. Dari kesadaran itulah mereka akan mencintai dan menjaga kelestarian baik satwa maupun ekosistem yang menjadi habitat satwa tersebut.

(Teks oleh : Ujang Suhendar & Arif Rudiyanto)