Kabupaten Gunung Kidul merupakan kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagian besar daerahnya merupakan daerah karst (kapur) dengan kondisi curah hujan dan air permukaan yang sangat sedikit serta lapisan tanah yang tipis dan kurang subur. Hal ini pula yang menyebabkan terbentuknya kondisi alam yang ”khas” dan berbeda dengan daerah yang lain. Elang Uar Bido merupakan salah satu yang mampu memanfaatkan kondisi lingkungan di Gunung Kidul. Populasi Elang Ular Bido di Gunung Kidul mulai berkurang seiring dengan makin banyaknya populasi manusia yang mengikis habitat elang ini.

Penelitian habitat Elang Ular Bido ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat Elang Ular Bido sebagai langkah awal usaha pelestarian habitat dan populasi elang ini yang semakin berkurang. Penelitian dilakukan di zona Pegunungan Seribu (Zona Selatan Kabupaten Gunung Kidul), dilakukan dengan pengamatan langsung pada sarang dan kondisi lingkungan disekitar sarang serta habitat berburunya (hunting area).

Sarang Elang Ular Bido di Zona Pegunungan Seribu yang ditemukan dan digunakan untuk penelitian terletak di tiga desa yang berbeda yaitu:  Desa Purwodadi, Desa Sidoharjo, dan Desa Kemadang. Ketiganya terletak disekitar objek wisata Pantai Siung, Pantai Sundak, dan Pantai Baron. Karakteristik habitat Elang Ular Bido dapat dipelajari dengan mengetahui atau mengenal karakteristik sarang dan pohon yang digunakan untuk bersarang, ukuran dan tinggi pohon sarang, posisi tempat bersarang, topografi tempat bersarang, lingkungan sekitar sarang dan adanya wilayah berburu (Hunting Area). Tempat-tempat dengan cadangan makanan yang banyak serta view atau luas pandang yang lebar menjadi hal utama yang jadi pilihan elang untuk memilih habitatnya.

Elang ular mempunyai kemampuan yang tinggi untuk beradaptasi dengan lingkungan yang menyebabkan dirinya mampu hidup dan melangsungkan keturunannya pada berbagai macam kondisi lingkungan. Hal ini pula yang menyebabkan elang ular menjadi elang yang mempunyai persebaran habitat sangat luas dibandingkan elang lain yang mampu hidup mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi bahkan ditengah-tengah aktifitas manusia.

 

Kata kunci : Habitat, Elang Ular Bido, Gunung Kidul

Ma'ruf Erawan

 

 

 

Jogja Site Visit 2010 (Reuni Kecil di Lereng Selatan Gunug Merapi)

Kampanye Peduli Elang Jawa

Dokumentasi Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Barat Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah

Workshop Volunteer Yayasan Kanopi Indonesia 2009

Habitat Elang Ular Bido (Spilornis cheela-bido Horsfield, 1821) Di Zona Pegunungan Seribu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah istimewa Yogyakarta

Kekayaan Jenis Satwa Indonesia

Jogja Green Festival

Pentas Wayang Kardus - Generasiku Lestarikan Merapiku

“Ketut” Brontok Yang Kembali Bebas

Wayang Kardus, Salah Satu Alternatif Kampanye dan Pendidikan Lingkungan

Penemuan Elang Brontok Spizaetus cirrhatus di Tepus, Gunung Kidul dan Rencana Tindak Lanjut

Pendampingan masyarakat Kelompok Tani Tanaman Hias Glagaharjo, Cangkringan, Sleman

Rehabilitasi Hutan Gunung Merapi

ToT Facilitator for Environmental Education Yayasan Kanopi Indonesia

Keanekaragaman Herpetofauna di Turgo-Plawangan, Gunug Merapi, Yogyakarta

Keanekaragaman Jenis Burung Di Sekitar Mata Air Turgo-Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi

Menelusuri Jejak Air (Berwisata ke Desa Ngargomulyo, Lereng Barat Merapi, Magelang)

TNGMBC 2008 (Taman Nasional Birding Competition 2008)

Pemetaan dan Pendataan Potensi Kehati di Lereng Selatan Gunung Merapi

Kurmat Alam Merapi (Konservasi keanekaragaman hayati dlam budaya masyarakat lereng Barat Merapi)

Gerakan Tanam Pohon dalam rangka menyambut Hari Bumi

Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Selatan Gunung Merapi

Hari Bumi (Hitungan Mundur Menuju Kepunahan)

Ngargomulyo, Desa Lestari di Lereng Barat Merapi, Magelang

Setitik Usaha Mempertahankan Sumber Kehidupan