Gunung Merapi merupakan salah satu gunung teraktif di dunia. Fenomena alamnya banyak mengundang perhatian masyarakat hingga tingkat dunia, salah satunya adalah “wedhus gembel” atau awan panas. Akan tetapi pesona Gunung Merapi bukan hanya itu, banyak potensi lain yang perlu mendapat perhatian.

Gunung Merapi terutama lereng selatan memiliki keaneragaman hayati yang sangat tinggi. Berbagai jenis hewan dan tumbuhan langka terdapat di wilayah ini, antara lain Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), Elang Bido (Spilornis cheela), Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), Lutung Budeng (Trachypithecus auratus), Anggrek Kantung (Paphiopedilum javanicum), dan lain-lain. Keanekaragaman hayati yang tinggi ini perlu kita lestarikan.

Potensi Gunung Merapi yang tinggi ini tidak lepas dari ancaman yang ada. Dari data yang diperoleh oleh Kanopi Indonesia, ancaman terhadap kawasan ini yaitu pengambilan rumput di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, kegiatan wisata di dalam kawasan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, sampah yang mencemari kawasam, penambangan pasir di dalam kawasan, penebangan liar di dalam kawasan, kebakaran hutan dan lahan didalam kawasan, pembangunan pemukiman di dalam kawasan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, pembangunan villa/cottage di dalam kawasan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Ancaman ini bila tidak mendapat perhatian lebih lanjut akan berdampak pada kelestarian lingkungan Gunung Merapi. Oleh karena itu Kanopi Indonesia dengan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait seperti Forum Tucangkem, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, instansi pemerintah lainnya dan juga LSM, mengadakan program Kampanye Bangga Konservasi Lereng Selatan Gunung Merapi.

Potensi Gunung Merapi yang tinggi ini tidak lepas dari ancaman yang ada. Dari data yang diperoleh oleh Kanopi Indonesia, ancaman terhadap kawasan ini yaitu pengambilan rumput di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, kegiatan wisata di dalam kawasan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, sampah yang mencemari kawasam, penambangan pasir di dalam kawasan, penebangan liar di dalam kawasan, kebakaran hutan dan lahan didalam kawasan, pembangunan pemukiman di dalam kawasan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, pembangunan villa/cottage di dalam kawasan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Ancaman ini bila tidak mendapat perhatian lebih lanjut akan berdampak pada kelestarian lingkungan Gunung Merapi. Oleh karena itu Kanopi Indonesia dengan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait seperti Forum Tucangkem, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, instansi pemerintah lainnya dan juga LSM, mengadakan program Kampanye Bangga Konservasi Lereng Selatan Gunung Merapi.

Dengan adanya Kampanye Bangga Konservasi di lereng selatan Gunung Merapi  diharapkan nilai penting keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis kawasan dapat dipahami oleh masyarakat sehingga terbentuk dukungan publik untuk menjaga kelestarian kawasan, bahakan hingga terbentuk suatu kelompok pelindung kawasan. Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan berbagai kegiatan. Adapun kegiatan yang dilakukan melalui sekolah dengan workshop guru, kostum, lagu konservasi dan juga wayang kardus; selain itu juga dilakukan penjangkauan dengan media cetak seperti pin, stiker, poster, factsheet, billboard; sedangkan untuk penjangkauan masyarakat dilakukan kegiatan rembug desa, inisiasi koperasi pakan ternak, gerakan tanam pohon, pemetaan dan inventori keaneragaman hayati secara partisipatif, lomba kelompencapir, pawai konservasi serta pembuatan film konservasi.

 

Kampanye ini akan melibatkan seluruh segmen masyarakat, mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan juga bapak-bapak. Dengan demikian masyarakat tidak hanya menjadi objek tetapi juga menjadi subjek. Selain itu dampak dari kampanye ini akan langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

Lestari Merapiku

Lestari Jogjaku

 

 

Jogja Site Visit 2010 (Reuni Kecil di Lereng Selatan Gunug Merapi)

Kampanye Peduli Elang Jawa

Dokumentasi Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Barat Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah

Workshop Volunteer Yayasan Kanopi Indonesia 2009

Habitat Elang Ular Bido (Spilornis cheela-bido Horsfield, 1821) Di Zona Pegunungan Seribu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah istimewa Yogyakarta

Kekayaan Jenis Satwa Indonesia

Jogja Green Festival

Pentas Wayang Kardus - Generasiku Lestarikan Merapiku

“Ketut” Brontok Yang Kembali Bebas

Wayang Kardus, Salah Satu Alternatif Kampanye dan Pendidikan Lingkungan

Penemuan Elang Brontok Spizaetus cirrhatus di Tepus, Gunung Kidul dan Rencana Tindak Lanjut

Pendampingan masyarakat Kelompok Tani Tanaman Hias Glagaharjo, Cangkringan, Sleman

Rehabilitasi Hutan Gunung Merapi

ToT Facilitator for Environmental Education Yayasan Kanopi Indonesia

Keanekaragaman Herpetofauna di Turgo-Plawangan, Gunug Merapi, Yogyakarta

Keanekaragaman Jenis Burung Di Sekitar Mata Air Turgo-Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi

Menelusuri Jejak Air (Berwisata ke Desa Ngargomulyo, Lereng Barat Merapi, Magelang)

TNGMBC 2008 (Taman Nasional Birding Competition 2008)

Pemetaan dan Pendataan Potensi Kehati di Lereng Selatan Gunung Merapi

Kurmat Alam Merapi (Konservasi keanekaragaman hayati dlam budaya masyarakat lereng Barat Merapi)

Gerakan Tanam Pohon dalam rangka menyambut Hari Bumi

Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Selatan Gunung Merapi

Hari Bumi (Hitungan Mundur Menuju Kepunahan)

Ngargomulyo, Desa Lestari di Lereng Barat Merapi, Magelang

Setitik Usaha Mempertahankan Sumber Kehidupan