Burung mempunyai salah satu peran yang sangat penting dalam habitatnya yaitu merupakan indikator bagi keanekaragaman hayati. Peran tersebut disebabkan oleh : burung hidup tersebar di hampir seluruh bagian dunia dan hidup di hampir seluruh tipe habitat dan pada berbagai ketinggian tempat, peka terhadap perubahan lingkungan (Sujatnika et al., 1995).
Faktor lingkungan tersebut dapat berupa vegetasi maupun air. Vegetasi merupakan tempat bagi satwa khususnya burung untuk mencari makan, berlindung, bersarang, serta melakukan aktifitas lain. Sedangkan air dibutuhkan untuk minum. Perubahan pada faktor tersebut dapat menyebabkan kehidupan burung terganggu, sehingga dikhawatirkan jumlahnya dapat berkurang, dan spesies burung tertentu yang langka menjadi punah. Hal ini sesuai dengan pendapat Petit et al., 1999 yang menyatakan perubahan habitat alami yang ditandai dengan berubahnya kondisi vegetasi memberikan dampak yang signifikan terhadap populasi burung.
Masyarakat sekitar kawasan TN Gunung Merapi kehidupannya sangat tergantung pada wilayah tersebut. Mereka mengambil rumput untuk pakan ternak dan memanfaatkan mata air untuk memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari. Selain mengambil, penduduk juga menanam rumput di kawasan tersebut. Penanaman rumput biasanya membutuhkan area yang luas atau terkena sinar matahari yang cukup. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan penebangan pohon, pengurangan cabang pohon, maupun penyiangan tumbuhan bawah dan tanaman lain pada areal penanaman rumput. Jika hal tersebut terjadi secara berlebihan, dapat menyebabkan vegetasi menjadi berkurang atau rusak. Rusaknya vegetasi dikawasan mata air menyebabkan mata air juga rusak (suplai air menurun bahkan habis).
Lokasi penelitian ini dilakukan di kawasan sekitar mata air yang terdapat di Turgo dan Plawangan. Mata air dipilih karena merupakan kawasan penting.
Selain karena faktor yang telas dijelaskan di atas, 200 (dua ratus) meter dari tepi mata air merupakan kawasan perlindungan dan konservasi alam (UU No. 41 tahun 1999) sehingga dilarang melakukan penebangan pohon di kawasan tersebut. Oleh karena itu jika terjadi kerusakan di daerah mata air, maka kehidupan burung dan manusia dapat terganggu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung di kawasan sekitar mata air Turgo-Plawangan. Sehingga diharapkan masyarakat dan pihak terkait dapat mengetahui potensi kawasan tersebut dan turut serta dalam upaya konservasi, khususnya burung.
Jogja Site Visit 2010 (Reuni Kecil di Lereng Selatan Gunug Merapi)
Dokumentasi Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Barat Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah
Workshop Volunteer Yayasan Kanopi Indonesia 2009
Kekayaan Jenis Satwa Indonesia
Pentas Wayang Kardus - Generasiku Lestarikan Merapiku
“Ketut” Brontok Yang Kembali Bebas
Wayang Kardus, Salah Satu Alternatif Kampanye dan Pendidikan Lingkungan
Penemuan Elang Brontok Spizaetus cirrhatus di Tepus, Gunung Kidul dan Rencana Tindak Lanjut
Pendampingan masyarakat Kelompok Tani Tanaman Hias Glagaharjo, Cangkringan, Sleman
Rehabilitasi Hutan Gunung Merapi
ToT Facilitator for Environmental Education Yayasan Kanopi Indonesia
Keanekaragaman Herpetofauna di Turgo-Plawangan, Gunug Merapi, Yogyakarta
Keanekaragaman Jenis Burung Di Sekitar Mata Air Turgo-Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi
Menelusuri Jejak Air (Berwisata ke Desa Ngargomulyo, Lereng Barat Merapi, Magelang)
TNGMBC 2008 (Taman Nasional Birding Competition 2008)
Pemetaan dan Pendataan Potensi Kehati di Lereng Selatan Gunung Merapi
Kurmat Alam Merapi (Konservasi keanekaragaman hayati dlam budaya masyarakat lereng Barat Merapi)
Gerakan Tanam Pohon dalam rangka menyambut Hari Bumi
Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Selatan Gunung Merapi
Hari Bumi (Hitungan Mundur Menuju Kepunahan)