Gunung Merapi merupakan sebuah kawasan perlindungan sumber-sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota-kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Keberadaannya pun merupakan suatu kesatuan sosial budaya bagi sebagian besar masyarakat di Jawa Tengah khususnya di Yogyakarta. Kondisi Merapi yang lestari sekarang mulai terancam dengan adanya aktifitas manusia yang kurang bijak dalam memperlakukan alam.
Ancaman terbesar yang ada di sini adalah konversi hutan alam menjadi ladang dan budidaya rumput. Kegiatan perumputan dan konversi hutan alami menjadi ladang dan untuk budidaya rumput mengancam langsung kepada keutuhan area hutan yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi. Kawasan hutan yang diubah peruntukannya menjadi ladang rumput saat ini semakin meningkat dan mendekati kawasan hutan yang masih alami dan memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi. Oleh sebab itu diadakan Kampanye Bangga Konservasi Lereng Selatan Gunung Merapi dan masyarakat sekolah sebagai salah satu targetnya.
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pengembangan diri anak dan orang tua, sebab pendidikan mampu mempengaruhi pola pikir. Di sekolah, guru sebagai pendidik dapat berperan menjadi fasilitator penting untuk merubah pola pikir anak sejak usia dini, ditambah lagi guru merupakan sumber informasi yang dipercaya oleh masyarakat.
Dari hasil survey masyarakat yang dilakukan KANOPI INDONESIA pada akhir tahun 2007, guru merupakan sumber informasi yang sangat dipercaya oleh masyarakat (total 62
% dari 381 responden) di desa yang terlibat dalam kegiatan Kampanye Bangga Konservasi (Wonokerto, Girikerto, Purwobinangun, Hargobinangun, Umbulharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo). Oleh karena itu untuk mengajarkan pendidikan lingkungan sejak dini dan menjangkau target audience mengenai konservasi dengan lebih luas lagi, diperlukan peran serta masyarakat sekolah (tenaga pengajar, orang tua murid, lembaga sekolah).
Adapun salah satu kegiatan yang dapat dilakukan yaitu lomba pementasan wayang kardus. Melalui pementasan ini dapat diceritakan mengenai kondisi lingkungan sekitar Gunung Merapi, ancaman serta usaha yang dapat kita lakukan bersama melalui media yang unik dan menarik.
Kegiatan diadakannya lomba ini adalah untuk mengenalkan pentingnya melestarikan alam kepada anak-anak sejak dini melalui kegiatan yang sederhana, menarik dan murah, membentuk dukungan publik, terutama dari masyarakat sekolah untuk terlibat secara aktif dalam pelestarian alam, khususnya Gunung Merapi, memperkuat jaringan antar guru untuk keberlanjutan program pelestarian alam Gunung Merapi pada khususnya dan diseminasi informasi tentang fungsi ekologis kawasan gunung Merapi, khususnya masyarakat Lereng Selatan Merapi dan Yogyakarta pada umumnya.
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 17 Januari 2009, bertempat di Balai Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta.
Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat sekolah (terutama 9 sekolah dasar dampingan Kanopi) pada khususnya, dan masyarakat umum pada umumnya.
Persiapan di lokasi dimulai pukul 07.30, yaitu registrasi para peserta dari sembilan sekolah dasar, registrasi tamu undangan, persiapan snack pagi dan persiapan panggung. Tepat pukul 08.00 acara dibuka dengan sambutan dari Kanopi Indonesia yang diwakili oleh Ma’ruf Erawan, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Nasional Sleman yang diwakili oleh Kepala Seksi Kesiswaan TK-SD, Bapak Haenry. Pembukaan secara simbolis dilakukan dengan penyerahan wayang kardus bergambar burung elang jawa oleh Bapak Haenry kepada satu orang perwakilan peserta.
Untuk kontingen masing-masing sekolah, SD Muhammadiyah Girikerto mengirimkan 14 orang murid dan 6 guru pendamping, SD Tarakanita Tritis mengirimkan 30 orang murid dan 8 orang guru pendamping, SD Sukorejo mengirimkan 15 orang murid dan 3 guru pendamping, SD Kaliurang 1 mengirimkan 13 orang murid dan 2 guru pendamping, SD Kaliurang 2 mengirimkan 16 orang murid dan 4 guru pendamping, SD Pangukrejo mengirimkan 13 orang murid dan 2 guru mendamping, SD Petung mengirimkan
17 orang murid dan 2 guru pendamping, SD Batur mengirimkan 15 orang murid dan 2 guru pendamping, dan SD Srunen mengirimkan 17 orang murid dan 3 guru pendamping. Sedangkan dari tamu undangan tercatat 16 orang hadir dari kalangan dinas, balai, pemerintah desa, dan media.
Setelah pembukaan, pentas dibawakan oleh Mas Indra dan Mbak Mega dari Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta sebagai MC.
Adapun urutan pementasan adalah sebagai berikut:
Setelah kesembilan sekolah selesai mementaskan pertunjukan wayangnya masing-masing, acara diisi oleh bintang tamu pertama, yaitu musik akustik oleh teman-teman dari MuzikMozakMazik yang terdiri dari Mas Agus ‘Cong’, dan Mbak Puput. Lagu yang dibawakan adalah lagu yang dipakai dalam program Kampanye Bangga Konservasi Lereng Selatan Merapi sebagai lagu konservasi, yaitu Kisah Si Elwa, Elang Jawaku Kebanggaanku, dan Bumiku Menangis.
Istirahat siang dilakukan sekitar jam 12.00 sampai 13.00, yang segera dilanjutkan dengan penampilan bintang tamu yang kedua, yaitu storytelling oleh Aab dari Pildacil. Cerita yang dibawakan oleh Aab masih berkisar pada konservasi dan usaha pelestarian alam.
Pengumuman pemenang oleh Dewan Juri (yang terdiri dari Bapak Widodo dari Dinas Pendidikan Nasional Sleman, Mas Setyo ‘Black’ dan Mbak Tita dari kalangan seniman Yogyakarta) dilakukan sekitar pukul 13.30, dengan Juara I SDN Kaliurang 2 (mendapat trophy Sri Sultan Hamengkubuwono X dan hadiah buku mewarnai dari Percetakan Kanisius), Juara II SDN Kaliurang 1 (mendapat trophy Bupati Sleman), dan Juara III SDN Petung (mendapat trophy Dinas Pendidikan Nasional Sleman). Adapun untuk juara kategori khusus, yaitu penghargaan kepada sekolah dengan kerjasama tim terbaik jatuh pada SDN Sukorejo dan mendapat trophy Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Secara keseluruhan acara berakhir dan ditutup sekitar pukul 14.00.

Jogja Site Visit 2010 (Reuni Kecil di Lereng Selatan Gunug Merapi)
Dokumentasi Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Barat Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah
Workshop Volunteer Yayasan Kanopi Indonesia 2009
Kekayaan Jenis Satwa Indonesia
Pentas Wayang Kardus - Generasiku Lestarikan Merapiku
“Ketut” Brontok Yang Kembali Bebas
Wayang Kardus, Salah Satu Alternatif Kampanye dan Pendidikan Lingkungan
Penemuan Elang Brontok Spizaetus cirrhatus di Tepus, Gunung Kidul dan Rencana Tindak Lanjut
Pendampingan masyarakat Kelompok Tani Tanaman Hias Glagaharjo, Cangkringan, Sleman
Rehabilitasi Hutan Gunung Merapi
ToT Facilitator for Environmental Education Yayasan Kanopi Indonesia
Keanekaragaman Herpetofauna di Turgo-Plawangan, Gunug Merapi, Yogyakarta
Keanekaragaman Jenis Burung Di Sekitar Mata Air Turgo-Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi
Menelusuri Jejak Air (Berwisata ke Desa Ngargomulyo, Lereng Barat Merapi, Magelang)
TNGMBC 2008 (Taman Nasional Birding Competition 2008)
Pemetaan dan Pendataan Potensi Kehati di Lereng Selatan Gunung Merapi
Kurmat Alam Merapi (Konservasi keanekaragaman hayati dlam budaya masyarakat lereng Barat Merapi)
Gerakan Tanam Pohon dalam rangka menyambut Hari Bumi
Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Selatan Gunung Merapi
Hari Bumi (Hitungan Mundur Menuju Kepunahan)