Wayang Kardus, Salah Satu Alternatif Kampanye dan Pendidikan Lingkungan

Oleh : Sri Ulie Rakhmawati (Yayasan Kanopi Indonesia)

Wayang. Pertama kali mendengar kata ini pastilah teman-teman membayangkan suatu pertunjukkan dengan bahasa Jawa, dengan cerita Ramayana atau Mahabarata, biasa dimainkan oleh dalang dan ada sinden atau campur sari yang mengiringinya. Wayang adalah salah satu budaya asli Jawa yang perlu kita lestarikan.

Sering kali kita menganggap wayang adalah sesuatu yang membosankan dan kuno , tetapi ternyata wayang yang sarat filosofi ini dapat dikembangkan menjadi media kampanye dan pendidikan lingkungan yang menarik. Wayang yang tadinya dibuat dari kulit sapi kini dikembangkan menjadi terbuat dari kardus bekas, sehingga mudah diaplikasikan oleh semua orang termasuk oleh anak-anak.

Saat ini wayang kardus banyak digunakan sebagai media kampanye lingkungan ataupun pendidikan lingkungan. Hal ini disebabkan banyak pesan yang dapat dimasukkan dalam kegiatan ini. Mulai dari pemakaian kardus bekas. Disini kita dapat mengajarkan ke anak bahwa sampah atau barang bekas dapat menjadi media berkarya. Proses pewarnaan juga menjadi media pembelajaran, anak dapat belajar tentang terciptanya warna (selain warna dasar).

Salah satu hal penting dalam pementasan wayang adalah cerita. Pada pementasan wayang kardus kita dapat mengangkat berbagai macam tema, tidak hanya terbatas cerita Ramayana atau Mahabarata, bahkan kita dapat membuatnya sendiri. Jadi cerita wayang kardus sifatnya bebas, tidak ada pakem yang harus diikuti. Sering kali untuk kebutuhan pendidikan lingkungan, cerita yang diangkat adalah fabel dengan tema lingkungan.

Cara pembuatan wayang kardus pun sangat mudah. Mau tahu caranya??? Ini dia caranya :

  1. Siapkan kardus bekas. Boleh kardus apa saja asalkan tidak terlalu tebal agar mudah dipotong
  2. Buat gambar yang diinginkan, tergantung tema yang diangkat
  3. Potong gambar yang telah dibuat
  4. Gambar kemudian diwarnai sesuai selera, kalau bisa disesuaikan warna objek gambar aslinya
  5. Terakhir, beri penyangga gambar sehingga memudahkan untuk dipegang dan digerakkan

Nah caranya cukup mudah kan...Kalau begitu silakan mencoba membuat dan mementaskannya, dengan demikian sedikit banyak kita sudah nguri-uri kabudayan Jawi (mempertahankan budaya Jawa). Selamat mencoba !!!

 

 

 

Jogja Site Visit 2010 (Reuni Kecil di Lereng Selatan Gunug Merapi)

Kampanye Peduli Elang Jawa

Dokumentasi Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Barat Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah

Workshop Volunteer Yayasan Kanopi Indonesia 2009

Habitat Elang Ular Bido (Spilornis cheela-bido Horsfield, 1821) Di Zona Pegunungan Seribu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah istimewa Yogyakarta

Kekayaan Jenis Satwa Indonesia

Jogja Green Festival

Pentas Wayang Kardus - Generasiku Lestarikan Merapiku

“Ketut” Brontok Yang Kembali Bebas

Wayang Kardus, Salah Satu Alternatif Kampanye dan Pendidikan Lingkungan

Penemuan Elang Brontok Spizaetus cirrhatus di Tepus, Gunung Kidul dan Rencana Tindak Lanjut

Pendampingan masyarakat Kelompok Tani Tanaman Hias Glagaharjo, Cangkringan, Sleman

Rehabilitasi Hutan Gunung Merapi

ToT Facilitator for Environmental Education Yayasan Kanopi Indonesia

Keanekaragaman Herpetofauna di Turgo-Plawangan, Gunug Merapi, Yogyakarta

Keanekaragaman Jenis Burung Di Sekitar Mata Air Turgo-Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi

Menelusuri Jejak Air (Berwisata ke Desa Ngargomulyo, Lereng Barat Merapi, Magelang)

TNGMBC 2008 (Taman Nasional Birding Competition 2008)

Pemetaan dan Pendataan Potensi Kehati di Lereng Selatan Gunung Merapi

Kurmat Alam Merapi (Konservasi keanekaragaman hayati dlam budaya masyarakat lereng Barat Merapi)

Gerakan Tanam Pohon dalam rangka menyambut Hari Bumi

Kampanye Bangga Konservasi di Lereng Selatan Gunung Merapi

Hari Bumi (Hitungan Mundur Menuju Kepunahan)

Ngargomulyo, Desa Lestari di Lereng Barat Merapi, Magelang

Setitik Usaha Mempertahankan Sumber Kehidupan