Pelepasliarkan Gelatik Jawa di Kulon Progo

 

Kulonprogo, 13 Oktober 2018 – Gelatik Jawa (Lonchura oryzivora) telah ditetapkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi satwa yang dilindungi dalam P.92 tahun 2018. Pelestarian burung Gelatik Jawa telah di inisiasi oleh Terminal BBM Rewulu PT. Pertamina (Persero) dan Yayasan Kanopi Indonesia melalui kegiatan penangkaran. Sebagai kelanjutan dari kegiatan tersebut, pada tahun 2018 ini TBBM Rewulu dan Yayasan Kanopi Indonesia menetapkan Dusun Gunung Kelir, Desa Jatimulyo untuk dijadikas sebagai lokasi pelepasliaran burung Gerlatik Jawa pada tanggal 13 Oktober 2018. Kegiatan ini dilakukan dengan menggandeng  mitra  yaitu Masyarakat Pemerhati Burung Jatimulyo (MPBJ), Omah Kopi Sulingan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.

“Gelatik jawa dulu keberadaannya sangat banyak di desa ini, sejak tahun 1998 sudah tidak dijumpai lagi. Desa ini juga didominasi kawasan hutan yang ditumbuhi tanaman kopi, kakao, perdu dan jahe-jahean, tanaman ini disukai oleh beraneka jenis burung. Inilah yang menjadi dasar pertimbangan kami memlilih Desa Jatimulyo menjadi lokasi pelepasliaran”,jelas Bambang Soeprijono, Operation Head PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Rewulu.

 

 

Direktur Yayasan Kanopi Indonesia, Arif Rudiyanto menyebutkan bahwa kegiatan pelepasliaran Gelatik jawa ini merupakan proses re-introduksi jenis burung Gelatik jawa di Desa Jatimulyo, sebagai habitat alaminya. Dari hasil kegiatan pelepasliaran Gelatik jawa ini diharapkan dapat mengembalikan keanekaragaman hayati di kawasan Desa Jatimulyo, dan menjadi pendukung kegiatan eduwisata dan ekoturisme yang sedang dikembangkan di wilayah ini.

Bambang juga menambahkan bahwa TBBM Rewulu akan melakukan kegiatan pelepasliaran untuk beberapa burung Gelatik Jawa yang masih dipersiapkan untuk dilepas. ”Ada 10 burung gelatik yang masih kami konservasi dan kami rawat hingga dinyatakan layak lepasliarkan oleh BKSDA.“ ungkapnya.

Sementara Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) DIY menjelaskan bahwa 22 burung gelatik yang dilepasliarkan ini telah memenuhi syarat untuk dilepas kehabitatnya setelah dipersiapkan dan dipastikan kesehatannya oleh dokter hewan. Setelah proses pelepasliaran ini BKSDA juga memantau gelatik selama enam bulan ke depan dengan melibatkan Masyarakat Pemerhati Burung Jatimulyo (MPBJ) yang didampingi oleh Yayasan Kanopi Indonesia.

Dikesempatan yang sama, PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Rewulu juga mendapatkan “Piagam Penghargaan Komitmen Pelestarian Keanekaragaman Hayati”, dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Yogyakarta atas kiprah dan komitmennya dalam kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati baik dari penangkaran Rusa Jawa, Konservasi Daerah Aliran Sungai Opak (Hulu, Tengah, dan Hilir), hingga Pelestarian Gelatik Jawa di Provinsi D.I. Yogyakarta.