+628112959964
yayasankanopiindonesia@gmail.com | kanopi-indonesia@yahoo.com

“Adopsi Burung” Konservasi ala Masyarakat di Desa Jatimulyo, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta

Mengembangkan Pemanfaatan Lestari Keanekaragaman Hayati Indonesia Dengan Penelitian, Pendidikan dan Diseminasi Informasi

“Adopsi Burung” Konservasi ala Masyarakat di Desa Jatimulyo, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta

Dingin terasa menusuk sampai ke tulang di balut pemandangan lanskap Perbukitan Manoreh yang diselimuti oleh kabut pagi, itu lah sedikit cuplikan suana kesegaran alam di Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.  Kawasan Menoreh dikaruniai tanah yang subur dan  didominasi oleh hutan rakyat (agroforesty) yang menghasilkan berbagai komoditas kayu keras dan perkebunan seperti cengkeh, kopi, cokelat, gula (palm sugar), madu, dll. Hal ini menyebabkan Desa Jatimulyo memiliki habitat yang  masih asri untuk mendukung keanekaragaman hayati. Berdasarkan data pendataan yang dilakukan komunitas pengamat dan peneliti burung telah mencatat setidaknya 80 jenis burung (PPBJ, 2016). Kekayaan jenis burung menjadikan desa ini menarik perhatian pemerhati burung, khususnya di Yogyakarta. Jumlah ini hampir sebanding dengan keanekaragaman burung di kawasan lereng gunung Merapi paska-erupsi 2010 yang merupakan kawasan Taman Nasional. Dan dikawasan ini juga menjadi habitat dari beberapa jenis burung yang dilindungi yaitu Burung-madu Jawa (Aethopyga mystacalis) berdasarkan P.92 tahun 2018.

Demi menjamin kelestarian lingkungan hidup di Desa Jatimulyo, pemerintah desa menerbitkan peraturan desa (perdes)  No. 08 tahun 2014 yang mengatur tentang Pelestarian Lingkungan Hidup. Akan tetapi adanya aturan rasanya tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat setempat dalam menjaga lingkungannya. Penyadartahuan masyarakat mengenai pentingnya konservasi perlu dilakukan. Sebagai langkah lanjutan dari upaya pelestarian lingkungan hidup di Desa Jatimulyo, masyarakat lokal yang tergabung dalam Masyarakat Permerhati Burung Jatimulyo (MPBJ), yang disupport oleh Omah Kopi Sulingan, Pemerintah Desa Jatimulyo dan Yayasan Kanopi Indonesia melakukan program “Adopsi Burung”.

Gambar 1. Plakat “program adopsi burung”

Dalam program ini, masyarakat lokal akan melakukan pemantauan dan penjagaan terhadap burung-burung yang aktif bersarang dan telah berhasil menetaskan telurnya dengan tujuan agar burung-burung dikawasan Desa Jatimulyo pada khususnya dan D.I. Yogyakarta pada umumnya dapat lestari. Kali ini, jenis yang menjadi target “Adopsi Burung” adalah burung Empuloh janggut atau lebih dikenal dengan nama pasar yaitu kampas tembak. Burung dengan nama ilmiah Alophoixus bres ini merupakan jenis burung kicauan yang digemari oleh penghobi burung kicau. Karena permintaan pasar dan nilai ekonomisnya yang tinggi, meningkatkan perburuan jenis ini di habitat alaminya dan menyebabkan jenis ini sangat langka di wilayah lain. Oleh karena itu, maka di perlukan upaya konservasi berbasis masyarakat dan salah satunya dengan Program Adopsi Burung.

Gambar 2. burung Empuloh sedang memberi makan anaknya

 

 

Gambar 3. Anakan burung Empuloh didalam sarang

 

Program Adopsi Burung untuk pelestarisan jenis keanekaragaman hayati adalah program yang pertama di provinsi D.I. Yogyakarta atau bahkan di Indonesia saat ini. Dalam program ini, masyarakatlah yang yang menjadi inisiator dan pelaksana, serta masyarakat pulalah yang  akan mendapatkan efek efek secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, hal yang menjadi misi dari Perdes juga akan tercapai, yaitu pelestarian keanekaragaman hayati.

 

(Teks oleh : Arif Rudiyanto | Yayasan Kanopi Indonesia)

 

 

Translate »