Belajar Gamelan Di Sanggar Ismoyo

Gamelan Jawa merupakan seperangkat instrumen sebagai pernyataan musikal sering disebut dengan istilah karawitan. Karawitan berasal dari bahasa Jawa rawit yang berarti rumit, berbelit-belit, tetapi rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Kata Jawa karawitan khususnya dipakai untuk mangacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang bersistem nada non diatonis (dalam laras slendro dan pelog).

Gamelan sendiri terdiri dari beberapa alat musik yaitu dianataranya kendhang, bonang, saron, kenong, gambang, gong dan seruling bambu, masing-masing alat mempunyai fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan. Dalam pandangan hidup Jawa, ungkapan dalam musik gamelan merupakan keselarasan dalam berbicara dan bertindak, sehingga tidak memunculkan ekspresi yang meledak-ledak, serta mewujudkan toleransi antar sesama.

Lalu bagaimana keberadaan gamelan di Yogyakarta?

Bantul, Imogiri, Desa Selopamioro, Dusun Siluk, Yogyakarta, dikediaman Bapak Istiantoro, seorang bapak rumah tangga, yang menjadikan tempat tinggalnya sekaligus sanggar (Sanggar Ismoyo). Dengan semangatnya melestarikan budaya Jawa beliau selalu semangat mengajari siapapun yang mau belajar tentang gamelan (karawitan).

Anak-anak Sekolah Dasar Siluk bermain gamelan dalam rangka penanaman pohon Pertamina peduli lingkungan

Sanggar Ismoyo mulai di dirikan pada bulan Januari 2015, meskipun terbilang belum lama berdiri, namun dengan semangat Bapak Istiantoro sanggar tersebut masih beraktifitas sampai sekarang. Kegiatan belajar gamelen dilakukan siang hari dan malam hari, siang hari di isi oleh anak-anan Sekolah Dasar, sedangkan di malam hari di isi oleh Bapak-bapak desa Selopamioro. Kegiatan disanggar Ismoyo tidak hanya berlatih gamelan, tetapi di isi juga dengan sholawatan remaja Siluk.

Meski anak-anak SD yang berlatih gamelan baru tahap belajar, anak-anak ini sudah berani tampil dibeberapa ivent, baik ivent yang di selenggarakan oleh desa maupun ivent tingkat Kabupaten. Dari keseluruhan kegiatan yang dilatih oleh Bapak Istiantoro, dengan motivasi melestarikan budaya Jawa, kegiatan tidak dipungut biaya, semuanya di gratiskan.

Penasaran… yuk mampir di sanggar Ismoyo, Siluk, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Teks oleh Rahman / Yayasan Kanopi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *