Danau Kubangkangkung dan sejarah penelitian Capung

Danau Kubangkangkung adalah salah satu destinasi wisata baru di Cilacap yang mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Obyek wisata yang berada di Kawunganten ini mengandalkan keindahan alam yang menjadi salah satu pilihan wisata keluarga. Di lokasi ini beragam wahana/atraksi wisata yang dihadirkan, antara lain sepeda air, terapi ikan, kereta mini, atv dan beberapa gazebo sebagai rest area. Bila akhir pekan, pihak pengelola wisata Kubangkangkung menghadirkan live music dari seniman-seniman musik lokal.

Danau Kubangkangkung  yang merupakan salah satu bagian dari area hutan milik PT. Perkebunan Nusantara IX ini adalah  danau buatan yang telah ada sejak jaman Belanda. Siapa sangka dulunya danau  ini juga tercatat sebagai salah satu habitat penting yang kaya keanekaragaman yang tinggi di Cilacap Bahkan peneliti asing pernah menjelajahi danau ini untuk meneliti capung.

Gambar Pemandangan di Danau Kubangkangkung

Pada tahun 1935 sorang peneliti Belanda  dari Zoologisch Museum, Buitenzorg, bernama  M.A Lieftinck, telah melakukan penelitian capung di Cilacap termasuk danau ini.  Hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal berjudul “An Annotated List of The Odonata Of Java with Notes on Their Distribution, Habits and Life-History. Disini disebutkan  salah satu nama daerah di Cilacap, bernama Kubangkangkung (Koebangkangkoeng-dalam ejaan lama). Di danau tersebut Lieftinck menemukan beberapa jenis capung (Odonata) yang masuk dalam daftar capung di Jawa. Capung-capung tersebut antara lain Rhinocypa fenestrasta, Caconeura autumnalis, Caconeura delicatula, Coeliccia lieftincki, Onychargia atrocyana, Pseudagron rubriceps, Teinobasis euglena.

Sayangnya potensi keanekaragaman hayati di lokasi ini tak banyak diteliti oleh peneliti  lokal. Sampai saat ini sangat sulit  mencari referensi penelitian lain tentang keanekaragaman hayati selain Lieflinck di lokasi ini. Jika kini Danau Kubangkangkung hanya  dikenal sebagai tempat rekreasi,  bukan berarti tak perlu lagi menggali informasi keanekaragaman hayati.  Dengan melakukan penelitian keanekaaragaman hayati kita bisa turut melestarikan alam Danau Kubangkawung, selain itu bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata.


Teks oleh Widodo, S.P./ Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *