Laporan Monitoring Gelatik Jawa Periode Juli 2019

Monitoring rutin Geltik Jawa yang dilakukan di Jatimulyo, Kulon Progo pada tanggal 18-19 juli 2019, pasca pelepasliaran pada bulan oktober 2018. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari anggota Masyarakat Pemerhati Burung Jatimulyo, hingga tanggal 18 Juli 2019 belum ada perjumpaan maupun informasi perjumpaan dengan burung Gelatik Jawa lagi. Pada Monitoring kali ini pengengamatan dilakukan berdasarkan habitat alami burung gelatik bersarang, yaitu sekitar area kars Gunung Kelir sampai area Wisata Taman Sungai Mundal Jatimulyo dan area perbukitan Gunung Gajah. Pengamatan dilakukan 3 sesi yaitu pengamatan sore di area pelepasliaran dan keesokan harinya di area  kars Gunung Kelir dan menyusuri Sungai Mundal, dilanjutkan pada siang hari disekitar Gunung Gajah.

Peta lokasi pengamatan Gelatik jawa

Pada tanggal 17 Juli 2019 pengamatan dilakukan di sore hari sekitar jam 4 30 WIB disekitar lokasi pelepasliaran gelatik jawa, beradasarkan informasi dari warga sekitar gelatik pernah di jumpai bertengger di pohon pohon bambu. Hasil pengamatan sore tidak menjumpai Geletik Jawa akan tetapi kami menemukan burung pelatuk besi (Dinopium javanense) yang sedang bertengger di pohon kepayang.


Pelatuk besi (Dinopium javanense)

Hari kedua pengamatan  dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2019, pengamatan dimuali dari pagi hari sekitar pukul 7 00 WIB dengan menyusuri Taman Wisata Sungai Mundal sampai batas tebing  Gunung Kelir. Pada pengamatan di lokasi Taman Wisata Mundal tidak di temukan keberadaan Gelatik Jawa, akan tetapi selama pengamatan kami banyak menjumpai berbagai jenis burung seperti, Pijantung, Pelatuk besi, cabai bunga api, kutilang dan kadalan birah.

Lubang-lubang pada tebing Gunung Kelir merupakan habitat sarang alami Gelatik Jawa.

Menurut informasi yang di dapat dari pedagang di sekitar Taman Wisata Sungai Mundal, mereka tidak pernah melihat keberadaan Gelatik jawa di sekitar Taman Wisata Sungai Mundal. akan teapi kami diarahkan untuk melakukan pengamatan disekitar gunung gajah. Menerut mereka kemungkinan di lokasi tersebut banyak di temukan burung, akan tetapi mereka tidak mengetahui apakah itu burung gelatik atau bukan.

Pada siang harinya setelah istrahat sekitar jam 2 00 WIB kami memutuskan untuk melanjutkan pengamatan di sekitar gunung gajah. Pada saat pengamatan cuaca kurang mendukung dikarnakan mendung dan berkabut. Untuk pengamatan berikutnya disarankan untuk melakukan pengamatan disekitar gunung gajah karena disitu merupakan area mencari makan untuk gelatik Jawa.

Suasana berkabut di lokasi gunung gajah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *