Laporan Monitoring Gelatik Jawa Periode Juni 2019

Yayasan Kanopi Indonesa bekerja sama dengan PT. Pertamina TBBM Rewulu dengan melibatkan Masyarakat Pemerhati Burung Jatimulyo (MPBJ), melakasanakan program pelestarian burung Gelatik Jawa (Lonchura oryzivora), sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan khususnya pelestarian fauna terancam punah. Kegiatan Pelepasa liaran telah dilaksanakan pada tanggal 14 oktober 2018, sebagai tindak lanjut dari program pelepasliaran Gelatik Jawa , maka dilakukan monitoring bulanan.

Monitoring dilakukan di Jatimulyo, Kulon Progo pada 8-9 Juli 2019. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari anggota Masyarakat Pemerhati Burung Jatimulyo, hingga tanggal 8 Juli 2019 belum ada perjumpaan maupun informasi perjumpaan dengan burung Gelatik Jawa lagi. Pasca pelepasliaran di Gunungkelir, gelatik jawa yang teramati di sekitar lokasi pelepasliaran suka bertengger di rumpun bambu sembari mematuk ujung bambu yang masih muda. Berdasarkan perilaku tersebut, pengamatan juga dilakukan dengan mengamati vegetasi bambu yang dijumpai di sekitar Jatimulyo. Namun, dari pengamatan tersebut belum dijumpai keberadaan burung gelatik jawa.

Pengamatan juga dilakukan di area sekitar Pasar Cublak, yaitu di balik bukit yang ditanami pinus. Namun tidak dijumpai keberadaan gelatik jawa, hanya terdapat burung-madu sriganti yang mencari pakan di sekitar lokasi tersebut.

Lokasi Pasar Cublak dan bukit yang diamati

Ketika pengamatan, pengamat berjumpa juga dengan dua anak seusia sekolah dasar yang penasaran dengan aktivitas pengamatan. Kemudian pengamat menanyai apakah mereka pernah melihat burung gelatik jawa dengan menerangkan ciri-cirinya. Tapi, ternyata mereka tidak mengetahui seperti apa gelatik jawa dan belum pernah melihatnya. Justru mereka mendeskripsikan burung lain yang pernah dilihat bergerombol di dekat sumber air. Dari deskripsi tersebut, ada kemungkinan burung yang dimaksud adalah bondol jawa.

Vegetasi pinus di Tlogoguo, Kaligesing, Purworejo yang berbatasan dengan Pasar Cublak.

Dari hasil diskusi dengan MPBJ, monitoring selanjutnya dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan di Pajutelu. Di daerah ini memang belum dilakukan pengamatan. Lokasi tersebut berjarak sekitar 10 km dari kantor desa Jatimulyo berdasarkan arahan dari Google map. Vegetasi jika dilihat dari citra google earth merupakan kebun campuran milik warga dan dekat dengan area yang cukup terbuka. Selain pengamatan, monitoring dapat dilanjutkan dengan melakukan wawancara untuk mengumpulkan informasi terkait perjumpaan dengan gelatik jawa.

Lokasi Gunung Pajutelu berdasarkan Google Earth.

Nurina / Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *