Mancing dengan Senapan Angin

Beragam cara dilakukan orang untuk menikmati suasana akhir pekan, salah satunya dengan memancing. Namun, ada cara memancing unik yang dilakukan warga Tarisi-Wanareja. Bila kebanyakan orang memancing menggunakan kail, lain halnya dengan mereka. Mereka memancing menggunakan senapan angin.

Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap  merupakan daerah yang banyak terdapat rawa. Daerah ini  dahulunya merupakan tanah pertanian subur namun berubah menjadi rawa karena adanya pembangunan bendungan dari Pemerintah. 

Kini masyarakat memanfaatkannya untuk memelihara ikan dengan Keramba apung.  Lalu mengapa masyarakat masih menangkap ikan dengan senapan kail. Ternyata mereka menangkap ikan gabus, Channa sp. yang merupakan ikan liar yang sering dianggap sebagai hama di kawasan perikanan, karena ikan ini bersifat predator dan memangsa  ikan-ikan yang tubuhnya lebih kecil dan termasuk benih dan larva ikan yang ada di keramba.

Gambar Persiapan sebelum memancing dengan senapan angin

Senapan angin yang mereka gunakan telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga amunisi yang digunakan bukan lagi peluru melainkan anak panah dari jeruji. Agar anak panah bisa ditarik kembali maka pada pangkalnya  dikat dengan tali nilon. Cara berburunya pun cukup unik,  pemancing menaiki pohon tinggi di dekat rawa  seperti pohon kelapa untuk dapat melihat ikan di dalam air dari kejauhan. Bila sasaran terlihat, pemancing segera menembakkan mata panahnya, jika telah mengenai ikan maka pemancing tinggal menarik tali nilon.

Kegiatan ini tampaknya sudah menjadi kebiasaan masyarakat di Tarisi. Selain mengontrol keberadaan hama perikanan, menangkap ikan gabus juga mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan lauk keluarga. Selain itu, memancing dengan senapan juga mengalihkan para penembak untuk berburu burung dan binatang lainnya. 

(Teks oleh : Widodo S.P./Yayasan Kanopi Indonesia)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *