Manfaat Pegagan Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Centella asiatica (L) Urban merupakan tanaman herba tahunan. Batang berupa stolon yang menjalar di atas permukaan tanah, panjang 10 – 80 cm. Daun tunggal tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 – 10 daun, kadang agak berambut. Tangkai daun panjang sampai 50 mm, helaian daun berbentul ginjal, lebar dan bundar dengan garis tengah 1 – 7 cm, tepi daun beringgit sampai bergerigi, terutama ke arah pangkal daun, perbungaan berupa bunga mejemuk tipe paying tunggal, terdiri atas 3 – 5 anak bunga, bersama-sama keluar dari ketiak daun, ukuran ibu tangkai 5 – 50 mm, lebih pendek dari tangkai daun (BPOM, 2010). Pegagan berasal dari daerah Asia tropik dan tumbuh besar di berbagai negara seperti Filipina, Cina, India, Sri Langka, Madagaskar, Afrika, dan Indonesia.

Centella asiatica (L) Urban dikenal dengan pelbagai nama baik di luar negri maupun di Indonesia. Di luar negeri pegagan di kenal dengan nama : Takip kohol (Pilipina); beng da wan, han ke cao, ji xue cao (Cina); spadeleaf, pohekula (Inggris); broken copper coin, buabok (Inggris); paardevoet (Belanda); brahma buti, indian hydrocotyle/indian pennywort, gotu kola (India). Sedangakan di Indonesia pegagan dikenal dengan nama seperti : daun kaki kuda, daun penggaga, pegago (Melayu, Sumatera); pegaga (Ujung Pandang, Aceh); ampagaga (batak); antanan gede, antanan rambat (Sunda); pegagan, gagan-gagan, ganggagan, antana, cowet gompeng, panigowang, pantegowang, calingan rambat, rendeng, kerok batok (Jawa); kos tekosan (Madura); taidah (bali); bebele, paiduh (Nusa Tenggara); wisu-wisu, kisu-kisu (Sulawesi); kori-kori (Halmahera); dau tungke (Bugis); pagaga (Makassar); kolotidi manora (Ternate); sandanan, dogauke (irian).

Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpai di daerah persawahan dan di sela-sela rumput.

kandungan bahan aktif yang ditemukan dalam pegagan antara lain triterpenoid saponin, triterpenoid genin, minyak esensial, flavonoid, fitosterol, dan bahan aktif lainnya. (Gupta and Kumar, 2006)

Semua bagian dari tanaman pegagan baik akar, tangkai, dan daun bisa dimanfaatkan. Tumbuhan ini telah dimanfaatkan baik dalam bentuk segar, kering, kapsul, teh, hingga estrak (disebut madecassoside). Sayangnya masyarakat Indonesia masih sedikit yang memanfaatkan tanaman pegagan. Tanaman ini hanya sebatas digunankan untuk lalapan atau bahkan hanya dibiarkan tumbuh liar. Berbeda di luar negeri, tanaman ini sudah dimanfaatkan sebagai tanaman obat hingga perawatan wajah.

Contoh produk kecantikan berbahan pegagan.

Sebagai tanaman obat hingga perawatan wajah, pegagan telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Asia Tenggara, India, Pakistan, Malaysia, sebagian Eropa Timur dan China. Dalam pengobatan ayurvedic di India, pegagan dimanfaatkan untuk anti aging dan pengobatan epilepsy; Di Thailand, dimanfaatkan sebagai tonikum dan obat diare; Di Sri Lanka, dimanfaatkan untuk meningkatkan pengeluaran air susu; di Vietnam digunakan untuk menambah stamina yang lanjut usia; Di Afrika, dimanfaatkan untuk menyembuhkan sifilis; Di Australia, dimanfaatkan sebagai anti pikun dan anti stress; Di Cina, dimanfaatkan untuk memperlancar sirkulasi darah, bahkan dianggap lebih berkhasiat dibandingkan dengan ginkgo biloba atau ginseng yang berasal dari Korea; Di Korea Selatan tanaman ini justru sedang marak digunakan sebagai bahan skincare karena tanaman ini dipercaya mampu untuk mengatasi pelbagai probelmatika kulit seperti untuk anti-aging, anti inflamasi, kotrol minyak, merangsang pembentukan sel baru, meningkatkan produksi kolagen, perbaikan lapisan kulit, dan mecegah jerawat. Tapi, tentu saja saya tidak menyarankan kamu untuk langsung menggunakan daun pegagan ke wajah.
Jadi apakah kamu sudah mencoba merasakan manfaat Centela asiatica (pegagan)?

Yayasan kanopi indoneisa/RoesmaNarulita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *