Manfaat Pohon Lontar

Lontar (Borassus flabellifer) berasal dari bahasa Jawa, ron (daun) ental – rontal alias daun tal -. adalah tumbuhan jenis palma (pinang-pinangan). Pohon Lontar (Borassus flabellifer) tumbuh di daerah kering. Pohon ini dapat dijumpai di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Indonesia, Pohon ini tumbuh di Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian timur, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi dari ketinggian 0 – 500 mdpl. Hampir semua bagian tubuh tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, bangunan, perabot rumah tangga, barang kesenian dan budaya.

Pohon Siwalan atau Pohon Lontar dibeberapa daerah disebut juga sebagai ental atau siwalan (Sunda, Jawa, dan Bali), lonta (Minangkabau), taal (Madura), dun tal (Saksak), jun tal (Sumbawa), tala (Sulawesi Selatan), lontara (Toraja), lontoir (Ambon), manggitu (Sumba) dan tua (Timor). Dalam bahasa inggris disebut sebagai Lontar Palm. Lontar yang ditemui di Indonesia adalah jenis B. sundaicus dan B. flabellifer.

Masyarakat Indonesia sudah sejak dulu memanfaatkan lontar (Borassus flabellifer) sebagai media penulisan manuskrip, upacara  adat, alat music, makanan/minuman, perkakas rumah tangga, pembuatan rumah, dan kerajinan tangan seperti (kipas, tikar, topi, keranjang, pakaian).

Bagian tongkol bunga betina disadap untuk menghasilkan nira lontar (legen). Nira dapat diminum langsung sebagai legen. Nira juga dapat dimasak menjadi gula atau difermentasi menjadi tuak (minuman beralkohol), masyarakat  Jeneponto, Sulawesi Selatan menyebut minuman ini “Ballo”.

Secara tradisional masyarakat telah mengolah nira (dengan proses pemanasan) untuk menghasilkan gula air (palm syrup) atau gula merah, baik dalam bentuk gula cair, gula lempeng maupun gula semut.

Di Jawa Barat (Borassus flabellifer) nira banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pembuatan anggur putih. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan nira untuk diubah menjadi bioetanol melalui proses penyulingan. Bioetanol cocok untuk campuran bahan bakar dalam mesin sebagai bahan bakar bensin, dan juga untuk industri farmasi (Rena, 2012).

Sasando alat musik tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur yang berasal dari daun lontar.

Di pulau Timor dan Alor, daun lontar (Borassus flabellifer) digunakan untuk membuat atap dan dinding rumah dan sebagai bahan pembuatan alat music sasando. Tangkai dan pelepah lontar memiliki jenis serat yang baik. Kayu dari batang lontar bagian luar bermutu baik, berat, keras dan berwarna kehitaman. Kayu ini kerap digunakan sebagai bahan bangunan atau untuk membuat perkakas dan barang kerajinan. Buah lontar dikenal sebagai “buah/biji siwalan”. Buah lontar, terutama yang muda, dapat dikonsumsi sebagai campuran es dawet. Sedangkan daging buah yang tua, yang kekuningan dan berserat, dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu. Cairan kekuningan diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue; atau untuk dibuat menjadi selai.

Teks Oleh: Roesma / Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *