Menyusuri sungai , sisa ruang bagi kehidupan liar yang semakin terusik

Pernahkah  mencoba menyusuri sungai, berjalan dengan telanjang kaki di aliran sungai atau meloncat melewati bebatuan. Jika ingin, cobalah lakukan di hulu sungai, di sana airnya  masih bersih,  aliran  cukup deras, namun masih nyaman untuk disusuri. Tapi biasanya sungai dibagian hulu memiliki tepian bertebing tinggi sehingga  perlu berhati hati untuk turun ke air sungai. Pada bulan Maret 2019 lalu,saya mencoba menyusuri sungai Keji yang berada di dekat rumah di ketinggian 500 m dpl  lereng  sebelah Barat Gunung Merapi. Sungai Keji merupakan sungai kecil yang mata airnya berada di ketinggian 800 m dpl di Desa Sumber Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang  dan bermuara di Sungai Progo.

Meskipun sungai ini kecil  tetapi tebingnya cukup  dalam  dan curam,  banyak batu besar yang berasal dari Gunung Merapi.  Setelah melewati pematang sawah saya  menemukan jalan setapak kecil  yang jarang dilewati, dari situ saya bisa turun melewati tebing  ke sungai. Begitu sampai di bawah, rasanya sangat berbeda dengan  di atas, di mana terdapat sawah yang terbuka  dan panas. Di sini hawanya sejuk, airnya mengalir deras dan relatif masih jernih. Di pinggiran sungai banyak ditumbuhi oleh pepohonan besar sebangsa pohon  beringin, (genus Ficus  famili: moracea seperti Ipik, bibisan, beringain  loh, wilodo dan rempelas  dengan akar-akar kuat yang menahan tebing sungai.  Jenis pohon lain yang sering ditemui antara lain lain aren, gayam, dadap cangkring, dadap duri  dan beraneka bambu.  tanaman herba yang ada di pinggir sungai juga khas dengan tumbuhan talas-talasan seperti srimpet schismatoglottis calyptrata, homalomena sp. Juga tanaman lain seperti lempuyang,  krembah  Curculigo latifolia anggrek tanah spathoglottiss sp.

 

Buah dan bunga yang berjatuhan tepi sungai.

Berjalan sepanjang 2 meter menyusuri sungai  bisa memakan cukup lama karena harus mencari jalan meloncat  melewati bebatuan atau akar akar pohon. Jika tidak memungkinkan maka harus turun ke air melewati  arus dan jeram.  Hal lain yang membuat betah berlama-lama karena sepanjang perjalanan bisa menemukan  makhluk makhluk yang membuat mata ingin meneksplorasi.

Akan tetapi selain melihat kehidupan liar sisi lain yang disayangkan, sungai ini juga  tidak  terbebas dari sampah,  meski tidak banyak di sungai ini juga sering ditemukan sampah plastik, sisa kain yang tersangkut di akar kayu atau bebatuan terbawa banjir. Dari hulu  sampai lokasi ini,sungai ini telah melewati kurng lebih 11 dusun sehingga mungkin sebagian warganya masih membuang sampah ke sungai 

 

Hewan yang sering dijumpai selama menyusuri sungai.

Di sepanjang perjalanan menyusuri sungai sering dikagetkan dengan katak yang meloncat dari daun atau kodok bangkong  yang tiba tiba meloncat ke air. Sering kali ketika berhenti  di batu  besar terdapat sesuatu yang memaksaku untuk berhenti mengamati. Ada beberapa jenis capung   jarum  hinggap diatas batu. Di dalam air sekali tampak sekelebat ikan atau udang yang berenang mengarungi derasnya air .  Di tengah keriuhan gemercik air terdengar suara burung pelanduk semak yang merdu atau  teriakan panjang burung raja udang meninting  yang sedang menyusur sungai. Ketika sampai mendekati tebing terjal  terdengan suara kekekan burung cekakak jawa,  ternyata di tebing sungai  ada lubang sarangnya. Mungkin burung ini sedang berbiak.

Terlepas dari itu ternyata menyusuri sungai telah memberi pengalaman  yang menarik.  Sungai yang ada disekitar kita ternyata masih menyisakan ruang alami yang memberi tempat bagi kehidupan liar. Ketika kita berada di sungai, serasa berada di tengah hutan, namun beberapa meter saja menjauh dari sungai, kondisinya  sudah sangat berbeda, ada sawah, pemukiman, bahkan jalan raya  yang ramai dengan kendaraan. Akhirnya hanya bisa membayangkan andai sungai ini bisa bebas dari sampah,  maka tak perlu jauh jauh mencari tempat rekreasi, menyusuri sungai di dekat rumah pun jadi sangat mengasyikkan.

Teks oleh: Irfan Rosyadi / Yayasan Kanopi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *