Pelatihan Pembibitan Mangrove Bersama Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B)

Ekosistem mangrove adalah sebuah ekologi yang berhubungan dengan kumpulan keanekaragaman taksonomi pohon dan semak yang sering di jumpai pada daerah pasang surut dan berada di sepanjang pesisir yang dangkal. Mangrove dikenal memiliki kekhasan melaui adaptasi tumbuhnya yang tidak dapat ditiru oleh vegetasi lain terutama adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Serta fungsi kompleksnya yang tidak dapat digantikan oleh ekosistem lainnya.

Secara fisik mangrove berfungsi mengurai laju erosi atau abrasi, mengurai laju angina dan menghamabat proses intrusi air laut. Fungsi secara ekologis mangrove merupakan lokasi feeding ground, spawning graund, nursery graund bagi biota air terutama ikan. Selain itu sebagai penghasil unsur hara dan sebagai penangkap bahan pencemar dan sebagai pengikat karbon. Secara ekonomi mangrove di gunakan sebagai penghasil kayu serta sebagai penunjang aktivitas perikana. Saat ini keberadaan hutan mangrove semakin terancam keberadaannya yang disebabkan oleh alih fungsi lahan sehingga membuat kerusakan ekosistem mangrove. Salah satu penyebab kerusakan hutan mangrove di Indonesia adalah aktifitas industri arang, pembukaan kawasan pemukiman di area hutan mangrove dan penebangan untuk pembukaan lahan tambak.

Saat ini telah banyak kegiatan penanaman di kawasan mangrove baros, diantaranya adalah kegiatan penanaman mangrove yang digagas oleh PT. Pertamina TBBM Rewulu. Kegiatan ini sudah berlangsung dari tahun 2016 sampai sekarang dengan bekerjasama dengan Yayasan Kanopi Indonesia yang melibatkan pemuda lokal yang tergabung dalam Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B). Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Yayasan Kanopi Indonesia tercatat sebanyak 7 jenis mangrove diatanya Rhizopora mucroneta, Rizopora apicuata, Avicenia marina, Sonneratia ovate, Bruguiera gymnorizza dan Nypa fructatus.

Sebagai langkah nyata telah dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi kelompok tersebut berupa pelatihan pembibitan mangrove. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 17 dan 18 november 2018, yang terdiri dari materi kelas dan peraktek langsung mengenai teknik pembibitan. Kegiatan ini diharapkan juga dapat melibatkan masyarakat dan pihak-pihak terkait agar mampu berperan aktif dalam pelestarian mangrove di kawasan pesisir Baros.

Peserta pelatihan sedang menerima materi kelas.

Dalam teknik pembibitan ada beberapa hal yang harus di persiapkan, diantaranya melakukan perencanaan dan persiapan (fisik, biologi dan sosial ekonomi). Setra Melakukan kajian batimetri, arus, gelombang, dan pasang surut di lokasi, memilih spesies yang sesuai dengan kondisi lokal, dan lokasi atau lahan pembibitan lapang dan datar, dekat dengan lokasi penanaman, terendam saat air pasang dengan frekuensi 20-40 kali/bulan sehingga tidak memerlukan penyiraman. Berikut adalah langkah-langkah dalam pembibitan mangrove jenis Sonneraia sp.

Praktek pembibitan mangrove di kawasan hutan mangrove baros.
  1. Buah disemaikan langsung ke kantong plastik atau ke dalam botol air mineral bekas (bagian bawah dilubangi) yang berisi media tanah.
  2. Khusus untuk bakau dan tancang sebaiknya disimpan di tempat teduh dan ditutup dengan karung basah selama 5 – 7 hari
  3. Daun muncul setelah 20 hari, setelah berumur 2 – 3 bulan bibit sudah siap ditanam

Beriut adalah tabel karakteristik mangrove yang matang berdasarkan jenisnya

Karakteristik benih mangrove yang matang

No Spesies Ukuran Warna atau ciri lain
1 Rhizophora apiculata  Panjang ± 20 cm Diameter ± 14 mm Warna kotiledon berubah dari dari hijau muda menjadi  merah kekuningan
2 R. mucronata Pajang ± 50 cm Warna kotiledon berubah dari hijau muda menjadi kuning
3 Bruguiera gymnorrhiza Panjang ± 20 cm Warna hipokotil berubah dari hijau menjadi coklat kemerahan atau merah kehijauan
4 Sonneratia Diameter buah ± 40 mm Buah matang terapung  di air
5 Avicennia marina Berat ± 1,5 gr Warna kulit berubah dari hijau muda menjadi hijau kekuningan
6 Xylocarpus granatum Berat biji ± 30  gr Buah retak, warna biji coklat berbercak abu-abu.  Radikula tampak jelas.  Bila buah tenggelam di air berarti belum matang

            Dalam teknik pembibitan mangrove pemilihan propagul menjadi kunci keberhasilan, berikut adalah beberapa perlakuan dan pemilihan propagul.

  1. Buah (propagul) mangrove berasal dari daerah setempat, telah matang dan berkualitas bagus (tidak busuk dan tidak terserang penyakit).
  2. Tempat terlindung dari sinar matahari. Lama penyimpanan maksimal adalah 10 hari.
  3. Penyemaian benih dalam polybag .
  4. Lokasi dan perendaman kurang lebih 20 – 40 kali/bulan.
  5. Siap dibibitkan di bedeng persemaian.

Setelah bibit berhasil di semaikan, pendistribusain juga harus diperhatikan untuk mendapatkan benih mangruve yang baik, berikut hal yang harus diperhatikan dalam pendistribusian:

  1. Pastikan pengangkutan tidak menimbulkan stress yang berlebih
  2. Hindari pengangkutan pada kondisi panas siang hari
  3. Apabila sumber bibit jauh lakukan 2-3 hari sebelum penanaman
  4. Simpan di tempat teduh saat pembongkaran

Sistem penanaman mangrove bisa dilakukan dengan 4 cara sistem banjar harian : penanaman dengan menggunakan benih atau menggunakan bibit. Sistem tumpang sari/wanamina prinsipnya sama dengan sistem banjar harian. Perbedaannya adalah dibuatkan tambak dan saluran air untuk budidaya sumberdaya ikan. Sistem rumpun berjarak dan sistem bambu.Setelah penanaman lakukanlah monitoring secara berkala, lakukanlah penyiangan, penyulaman dan penjagaan.

Pemasangan bedeng untuk pembibitan

Dalam pembibitan mangrove masalah atau gangguah yang sering muncul adalah gangguan seperti,lumut, ganggang laut, serangga, gastropoda, teritip, scale insect, dan ulat daun.Gangguan lain berupa bencana alam, gelombang besar, tumpahan minyak, tsunami, dan sebagainya. Salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam pelestarian kawasan pesisir khususnya ekosistem mangrove, bisa menjadikanya perlindungan kawasan mangrove, penetapan suatu kawasan mangrove menjadi kawasan perlindungan/konservasi, kawasan ekosistem esensial dan bisa menjadikanya Taman Nasional, Taman Hutan Raya, Cagar Alam, Suaka Margasatwa Hutan Lindung.

Teks oleh : Ujang Suhendar / Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *