Pelepasliaran Gelatik Jawa (Lonchura oryzivora)

Yogyakarta 14 Oktober 2018 Yayasan Kanopi Indonesia  bekerja sama dengan PT.  Pertamina (Persero)  TBBM Rewulu,  telah melaksanakan kegitan pelepasliaran Gelatik Jawa (Lonchura oryzivora),sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan khususunya satwa-satwa yang dilindungi.  Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo D.I Yogyakarta.  Menurut Perdes no 8 tahun 2014 tentang pelestarian lingkungan hidup menjadikan desa Jatimulyo sebagai desa ramah untuk burung yang terbebas dari ancaman perburuan secara langsung.

Proses pelepasliaran Gelatik Jawa dari kandang ke alam bebas.

Gelatik Jawa (Lonchura oryziora) oleh pemerintah Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ditingkatkan satusnya menjadi dilindungi, karena sudah semakin berkurang populasinya di alam. Salah satu ancaman yang menyebabkan berkurangnya populasi Gelatik Jawa adalah perburuan dan perdagangan. Dengan dilakukannya pelepasliran diharpakan bisa memulihkan kondisi populasi Gelatik Jawa yang semakin terancam kelestariannya . Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat lokal desa Jatimulyo sehingga mereka bisa ikut mengawasi dan menjaga secara langsung Gelatik Jawa yang dilepaskan aman dari ancaan perburuan dan perdagangan.

Penyerahan piagam penghargaan dari BKSDA Yogyakarta kepada perwakilan PT. Pertamina TBBM Rewulu, sebagai apresiasi kepedulian terhadap satwa yang dilindungi.

Yayasan Kanopi Indonesia menjalani serangkaian proses pemeriksaan satwa oleh pihak BKSDA Yogyakarta seperti pemeriksaan kesehatan burung sebagai persyaratan untuk satwa yang akan dilepas liarkan, selain itu proses rehabilitasi juga dilakukan untuk memunculkan sifat liar pada satwa sehingga dapat bertahan hidup saat dilepas liarkan ke alam. Banyak manfaat yang diperolah dalam pelepasliaran ini seperti meningkatkan potensi konservasi jangka panjang spesies atau populasi lokal dan kawasan, menjadikan nilai edukasi yang menyangkut nasib satwa dan dapat mempromosikan nilai-nilai konservasi lokal, dan mengembalikan peran dan fungsi ekologis dan biologis satwa yang dilepasliarkan, sekaligus menambah keanekaragaman jenis burung yang asli ada di Desa Jatimulyo.

Teks oleh: Ujang Suhendar/Yayasan Kanopi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *