Sampah, Siapa yang peduli?

Sampah merupakan momok bagi Seluruh mahluk hidup dunia nyata. Di dunia maya pun sampah juga menjadi trending topik beberapa tahun terakhir yang biasa disebut juga hoax, email gak penting atau apalah itu. Tapi kali ini saya akan menyinggung soal sampah dunia nyata.

Penyumbang sampah terbesar adalah manusia. Mulai dari sampah organik ataupun anorganik. Membuang sampah pada tempatnya bukanlah solusi terbaik. Membuang sampah pada tempatnya itu hanya memindahkan masalah ke ke masalah lain. Sampah yang tidak dipisahkan antara organik dan anorganik menjadi masalah serius, dimana sampah anorganik akan membusuk, berlendir dan mengeluarkan bau busuk akan tetapi sampah plastik atau sejenisnya tidak teruai. Kemudian sampah yang tercampur itu diangkut oleh truk pembawa sampah untuk menuju ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Bayangkan saja kalo sampah itu gak ada yang diolah hanya ditumpuk…. ditumpuk dan ditumpuk…. akibatnya sampah menggunung dan menimbulkan masalah baru. Nah disitulah letak rejeki para pekerja pemilah sampah atau istilah kerennya Pemulung. Mereka memilah sampah yang mana sampah akan membusuk dengan sendirinya dan memilih sampah yang sekiranya bisa dijual (Plastik, Kertas, bahkan ada emas, BPKB motor dan sertifikat tanah hahahahha)

Andaikan saja pemikiran kita itu seperti pemulung dimana sampah itu mampu untuk  penghasilan sampingan dengan cara menjual sampah itu lagi, dan andaikan saja kelak akan ada badan amil sampah dimana badan amil itu hanya menerima shodaqoh sampah yang bisa untuk dijual. Jadi kita semua orang itu mampu untuk shodaqoh dimana shodaqoh itu tidak hanya dalam berbentuk duit, beras atau makanan tapi sampahpun bisa untuk disodhakohkan. Ooohhhh andaikan saja.

Afrizal Nurhidayad / Yayasan Kanopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *